Nixon menjelaskan bahwa mayoritas debitur korporasi BTN berasal dari sektor perumahan dan industri pendukungnya, seperti developer, perusahaan properti, kontraktor, hingga sektor kesehatan, pendidikan, perdagangan, manufaktur, dan pemerintahan.
“Pertumbuhan di segmen korporasi ini belakangan meningkat seiring dengan upaya BTN menjalin kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mengembangkan ekosistem perumahan nasional,” kata Nixon.
Dengan capaian tersebut, BTN berhasil menyalurkan dana pemerintah lebih cepat dari jadwal resmi Kementerian Keuangan, yang menargetkan penyerapan hingga Desember 2025.
Dalam skema tersebut, BTN mendapatkan alokasi sebesar Rp25 triliun dari total Rp200 triliun dana SAL yang dipindahkan Kementerian Keuangan dari Bank Indonesia ke bank-bank Himbara.
(NIA DEVIYANA)