sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BTPN Syariah (BTPS) Bidik Pertumbuhan Laba Dua Digit Lewat Diversifikasi Usaha

Banking editor Rohman Wibowo
07/09/2026 16:20 WIB
BTPN Syariah (BTPS) menyiapkan serangkaian strategi ekspansi terukur untuk mengerek pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan berkualitas sepanjang 2026.
BTPN Syariah (BTPS) Bidik Pertumbuhan Laba Dua Digit Lewat Diversifikasi Usaha. (Foto: iNews Media Group)
BTPN Syariah (BTPS) Bidik Pertumbuhan Laba Dua Digit Lewat Diversifikasi Usaha. (Foto: iNews Media Group)

"Hingga Juni 2026, pembiayaan individu bagi nasabah ETB dan NTB mencatatkan outstanding Rp59,7 miliar dengan 4.398 nasabah dan siap diperluas bertahap ke berbagai wilayah. Untuk segmen pendanaan, kami memperkaya opsi keuangan syariah lengkap lewat distribusi sukuk ritel, bancassurance syariah, dan Cash Waqf Linked Deposit (CWLD) guna memperluas sumber pendapatan berbasis komisi," kata Fachmy.

Peluang peningkatan pendapatan juga dimaksimalkan melalui pengelolaan likuiditas berlebih yang didukung oleh kekuatan jaringan pembiayaan korporasi milik bank induk, PT Bank SMBC Indonesia Tbk (SMBCI). Terbatasnya instrumen perbendaharaan atau treasury di industri syariah disiasati dengan menyalurkan pembiayaan korporasi berjangka pendek kepada lembaga keuangan non-bank yang memiliki profil risiko terukur.

"Mengingat likuiditas bank yang tinggi, minimnya produk treasury syariah, serta kuatnya rekam jejak bank induk di sektor korporasi, kami menyalurkan pembiayaan korporasi kepada lembaga pembiayaan di industri keuangan non-bank dengan tenor pendek dan risiko terukur untuk meningkatkan pendapatan secara efisien," tuturnya.

Eksekusi menyeluruh dari rangkaian inisiatif strategis tersebut terbukti memperkokoh kinerja keuangan perseroan sepanjang paruh pertama tahun ini. Penyaluran pembiayaan yang selektif dibarengi pendampingan intensif sukses menekan angka pembiayaan bermasalah sekaligus menjaga rasio permodalan dan likuiditas pada level yang sangat solid.

"Pada semester I-2026, aset kami tumbuh 8 persen menjadi Rp23,3 triliun dan pembiayaan gross naik 9 persen mencapai Rp11 triliun dengan pencadangan turun menjadi Rp869 miliar. Laba bersih tercatat Rp655 miliar, ditopang aset likuid Rp11,9 triliun, DPK Rp12,2 triliun, ekuitas Rp10,3 triliun, serta penurunan net financing loss menjadi 5,1 persen dengan ROA 7,2 persen dan CAR terjaga kuat di 58,7 persen," urai Achmad. (Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement