Kualitas kredit juga relatif terjaga dengan rasio Kredit Bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) gross sebesar 1,81 persen dan biaya kredit (Cost of Credit/CoC) 0,74 persen. Loan At Risk (LAR) juga terus turun ke level 6,9 persen.
Dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), CIMB Niaga mengumpulkan dana nasabah Rp270,5 triliun, tumbuh 3,8 persen. DPK dari Current Account Saving Account (CASA) tumbuh 10,1 persen, sehingga membuat porsinya naik menjadi 70 persen dari total DPK.
"Hal ini merupakan hasil upaya bank membina hubungan dengan nasabah yang lebih erat sekaligus meningkatkan pengalaman nasabah secara keseluruhan melalui layanan digital," ujar Lani.
Untuk permodalan dan likuiditas, posisi Capital Adequacy Ratio (CAR) berada di level 24,8 persen dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 86,8 persen.
Lani menambahkan, pada tahun ini, CIMB Niaga akan tetap fokus mendorong pertumbuhan kredit secara prudent, menjaga kualitas aset, memperkuat basis dana murah (CASA), serta mengelola biaya secara disiplin.