“Puji Tuhan, banyak dampak positif yang kami rasakan, baik bagi keluarga maupun masyarakat. Mama-mama kampung bisa bertransaksi di kios kami saat bank tutup, dengan harapan dapat mengirimkan sedikit rezeki untuk anak-anak mereka yang bersekolah di luar daerah. Hal ini menjadi motivasi dan semangat untuk kami agar bisa menciptakan lapangan pekerjaan kepada masyarakat sekitar untuk selalu bekerja dan juga dapat bermanfaat untuk beberapa rumah ibadah maupun sekolah,” tuturnya.
Komitmen Alfrida dalam menjaga akses layanan keuangan di wilayah dengan berbagai keterbatasan tersebut mengantarkannya menjadi salah satu Agen Juragan. Melalui peran ini, Alfrida yang kini memiliki 4 outlet BRILink Agen merasakan berbagai manfaat dan dukungan dari BRI, mulai dari pendampingan petugas bank, layanan pick up service, hingga fasilitas penyetoran terbatas pada hari libur dan hari raya. Dukungan tersebut memperkuat peran BRILink Agen Waisun dalam menjaga kelancaran layanan keuangan bagi masyarakat setempat.
“Manfaat yang di dapatkan sangatlah banyak, selain menjadi prioritas di grup atau paguyuban, kami juga mendapatkan layanan yang sangat baik oleh setiap pegawai BRI,” ucapnya.
Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI, Dhanny menyampaikan bahwa di wilayah dengan akses layanan yang tidak mudah, keberadaan BRILink Agen seperti Waisun mencerminkan upaya memperluas inklusi keuangan melalui kehadiran layanan yang konsisten dan dekat dengan kebutuhan masyarakat di berbagai kondisi.
“Di wilayah dengan keterbatasan akses seperti Distrik Dekai, keberadaan BRILink Agen menjadi bagian penting dalam menghadirkan layanan keuangan yang lebih dekat bagi masyarakat. Layanan ini selain membantu memudahkan aktivitas transaksi warga sekaligus turut mendukung penguatan ekonomi lokal melalui peran agen di daerah,” ujar Dhanny.