sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Destry Damayanti Dinilai Jadi Figur Paling Tepat Pimpin BI

Banking editor Iqbal Dwi Purnama
27/07/2026 11:53 WIB
Destry Damayanti dinilai sebagai figur yang paling tepat memimpin bank sentral pada masa transisi menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI.
Destry Damayanti Dinilai Jadi Figur Paling Tepat Pimpin BI. (Foto: iNews Media Group)
Destry Damayanti Dinilai Jadi Figur Paling Tepat Pimpin BI. (Foto: iNews Media Group)

"Legalitas tidak otomatis menciptakan kredibilitas. Hubungan keluarga Thomas dengan Presiden, pengalaman yang masih sangat terbatas sebagai bankir sentral, dan kemungkinan dirinya melompati Deputi Gubernur Senior dapat menimbulkan persepsi bahwa hubungan pemerintah dan BI bergeser dari koordinasi kebijakan menjadi kontrol politik," kata Liza.

Meski demikian, Liza menekankan bahwa pengunduran diri Perry Warjiyo tidak dapat dijadikan bukti bahwa independensi Bank Indonesia telah hilang. Menurutnya, perhatian pasar justru akan tertuju pada proses penunjukan pengganti Perry serta sejauh mana independensi bank sentral tetap terjaga.

Ia menambahkan, apabila pemerintah pada akhirnya menunjuk Thomas Djiwandono sebagai Gubernur BI, maka beban pembuktian berada di tangan pemerintah untuk meyakinkan investor bahwa Bank Indonesia tetap menjalankan fungsi dan kewenangannya secara independen.

"Tanpa komunikasi yang jelas dan bukti yang meyakinkan, pasar dapat merespons negatif melalui pelemahan rupiah, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah, meningkatnya premi risiko Indonesia, serta munculnya kekhawatiran bahwa keputusan suku bunga maupun kebijakan stabilisasi rupiah lebih didorong oleh tekanan politik dibanding pertimbangan moneter," ujar Liza.

Menurutnya, isu utama bukan semata mengenai kompetensi calon Gubernur BI, melainkan apakah pemimpin baru bank sentral memiliki independensi yang cukup untuk mengambil keputusan berdasarkan stabilitas moneter ketika kepentingan tersebut berpotensi bertentangan dengan agenda pertumbuhan ekonomi maupun kebutuhan fiskal pemerintah. (Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement