IDXChannel - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN (BBTN) memutuskan untuk tidak melakukan revisi terhadap target pertumbuhan kredit tahun 2026, meskipun realisasi penyaluran kredit per Juni 2026 sudah menembus 11,2 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon L.P. Napitupulu menegaskan, perseroan memilih konsisten memegang target pertumbuhan kredit di kisaran 8-10 persen YoY sesuai dengan Rencana Bisnis Bank (RBB) awal.
"Jadi kita enggak revisi. Ini masih sama dengan RBB awal. Tapi memang realisasinya melebihi dari rencana," ujar Nixon dalam Public Expose Live 2026, Kamis (10/9/2026).
Nixon menjelaskan bahwa lompatan penyaluran kredit yang menyentuh 11,2 persen pada Semester I-2026. Salah satunya ditopang oleh aksi akuisisi portofolio dari PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN).
Mempertimbangkan dinamika industri hingga akhir tahun, BTN tetap menahan target di koridor awal. Nixon menaksir jika ada kenaikan melebihi batas atas target, persentasenya hanya berada di angka tipis.