sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BNI Bidik Kredit Tumbuh Hingga 10 Persen pada 2026, NIM Berada di Kisaran 3,3-3,5 persen

Banking editor Anggie Ariesta
09/09/2026 16:34 WIB
BNI (BBNI) optimistis penyaluran kredit mampu tumbuh di kisaran 8 persen hingga 10 persen pada tahun buku 2026.
BNI Bidik Kredit Tumbuh Hingga 10 Persen pada 2026, NIM Berada di Kisaran 3,3-3,5 persen. (Foto: iNews Media Group)
BNI Bidik Kredit Tumbuh Hingga 10 Persen pada 2026, NIM Berada di Kisaran 3,3-3,5 persen. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) optimistis penyaluran kredit mampu tumbuh di kisaran 8 persen hingga 10 persen pada tahun buku 2026. Capaian ini ditopang oleh kecukupan modal yang tebal, tingkat likuiditas yang memadai, serta tingginya permintaan kredit di pasaran.

Direktur Finance & Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena mengatakan bahwa hingga Juni 2026, penyaluran kredit perseroan telah tumbuh 7,7 persen secara year-to-date (YTD). Kendati demikian, perseroan memproyeksikan marjin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) bakal sedikit mengalami tekanan akibat ketatnya persaingan suku bunga kredit serta peningkatkan biaya dana.

“Terkait dengan target NIM, per juni ini memang pertumbuhan kredit mencapai 7,7 persen secara year to date. Sementara untuk target full year adalah di 8,8-10 persen secara year on year. Jadi hal ini menunjukkan momentum pertumbuhan dan demand yang kredit yang masih cukup kuat. Didukung oleh kecukupan modal dan likuditas yang memadai,” ujar Paolo dalam Public Expose Live BNI, Rabu (9/9/2026).

Paolo menambahkan bahwa pengerusan marjin bunga bersih berhasil diimbangi oleh akselerasi penyaluran kredit yang prudent, sehingga laba sebelum pencadangan (Pre-Provisioning Operating Profit/PPOP) tumbuh sebesar 14,5 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) pada semester I-2026.

“NIM memang sedikit mengalami tekanan di tahun 2026 karena persaingan suku bunga kredit di industri dan juga kenaikan biaya dana pihak ketiga. Kami memproyeksikan net interest margin akan ada di kisaran 3,3-3,5 persen untuk tahun 2026. Pelemahan NIM tersebut diimbangi oleh pertumbuhan kredit yang kuat sehingga laba inti atau PPOP akan tumbuh atau sudah tumbuh 14,5 persen secara year on year di semester I,” kata Paolo.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement