Menghadapi dinamika pasar di semester II-2026, BNI memfokuskan strategi pada tiga pilar utama: memperkuat himpunan dana murah (CASA) via platform digital wondr by BNI dan BNIdirect, penyaluran kredit yang selektif berprinsip kehati-hatian, serta disiplin penetapan harga (pricing).
“Dengan strategi ini kami optimistis akan mencapai target pertumbuhan di kisaran 8-10 persen untuk loan (kredit) dengan net interest margin di kisaran 3,3-3,5 persen,” tegasnya.
Sepanjang semester I-2026, BNI membukukan laba bersih sebesar Rp10,8 triliun atau tumbuh 7 persen YoY, didukung kenaikan Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income/NII) sebesar 14,2 persen YoY menjadi Rp22 triliun dan Fee Based Income yang naik 14,2 persen YoY menjadi Rp9 triliun.
Kinerja positif tersebut ditopang oleh permodalan dan likuiditas yang solid. Rasio kecukupan modal (CAR) BNI tercatat berada di level 18,1 persen, sekitar 360 basis poin di atas batas minimum regulator, dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) terjaga pada posisi 87,7 persen.
Adapun DPK tumbuh 22 persen YoY, yang mengiringi ekspansi kredit sebesar 24 persen YoY. Rasio pembagian dividen (dividend payout ratio) dipertahankan pada tingkat 65 persen.