Kualitas aset perseroan memperlihatkan perbaikan berkelanjutan. Rasio kredit berisiko (Loan at Risk/LaR) melandai ke posisi 8,1 persen dari sebelumnya 11 persen, sedangkan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) stabil di level 1,9 persen.
Pembentukan NPL baru (new NPL formation) tercatat turun 26,2 persen YoY, sementara angka penghapusan bukuan (write-off) berkurang 44 persen YoY menjadi Rp4,5 triliun. BNI menutupi risiko tersebut dengan pencadangan (Loan Loss Reserve) sebesar 3,8 persen dari total kredit.
Di sisi transformasi internal, BNI telah mengimplementasikan program BRAVE (Branch Region Area Value Empowerment) di seluruh jaringan cabang guna mengoptimalkan profitabilitas dan penyerapan dana murah.
Sementara itu, pembiayaan berkelanjutan (sustainable portfolio) mencapai Rp195,7 triliun atau 20,5 persen dari total kredit, yang mencakup penyaluran Sustainability Linked Loan (SLL) sebesar USD 279 juta kepada enam debitur di sektor manufaktur hingga petrokimia. (Febrina Ratna Iskana)