"Kita sebenarnya mengembalikan ke RKP awal saja 8-10 persen. Ya kalau pun lebih mungkin 10,1 atau 10,2 persen. Jadi enggak akan lebih (banyak)," katanya
Untuk menjaga kualitas portofolio, BTN akan memperketat selektivitas penyaluran kredit di sejumlah segmen perkreditan pada semester II 2026.
Di sisi lain, Nixon mengungkapkan bahwa laju ekspansi Kredit Pemilikan Rumah (KPR), khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), masih dibayangi tantangan dari sisi penyerapan pasar maupun rantai pasok perumahan. Kendala perizinan pembangunan rumah, khususnya di Jawa Barat, turut memicu perlambatan pasokan.
"Apalagi sisi supply-nya juga masih pelan, terutama di daerah Jawa Barat. Ada beberapa persoalan perizinan dan sebagainya. Itu yang menyebabkan kami juga tetap memasang angka 8-0 persen," kata Nixon.
(Rahmat Fiansyah)