Hery menegaskan, produk bahan bangunan seperti genteng merupakan bagian tak terpisahkan dari ekosistem KUR Perumahan yang selama ini dikelola BRI.
Pada tahap awal (batch pertama), BRI akan melakukan uji coba skema ini, sebelum nantinya diperluas ke berbagai sentra produksi genteng di seluruh Indonesia.
Sebagai bank yang fokus pada rakyat kecil, kata dia, BRI telah mengalokasikan dana KUR yang signifikan untuk mendukung sektor ini. Dari total alokasi hampir Rp7 triliun tahun ini, sekitar 50 persen telah terserap hanya dalam waktu dua bulan pertama.
“BRI memang sebagai bank yang DNA-nya berpihak kepada rakyat kecil. Jadi kami menyediakan pembiayaannya,” ujar Hery.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) mengaku terus melakukan koordinasi lapangan untuk memastikan kesiapan pasokan genteng dari pelaku UMKM, salah satunya melalui pertemuan dengan pengusaha genteng di Majalengka.