sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Gandeng 2.388 Debitur, Bank Jakarta Salurkan Pembiayaan Pasar hingga Rp326 Miliar

Banking editor Taufan Sukma Abdi Putra
01/09/2026 20:03 WIB
sebagai BPD, Bank Jakarta juga memiliki tanggung jawab untuk semakin dekat dengan masyarakat dan semakin relevan bagi perekonomian Jakarta secara luas.
Gandeng 2.388 Debitur, Bank Jakarta Salurkan Pembiayaan Pasar hingga Rp326 Miliar (foto: iNews Media Group)
Gandeng 2.388 Debitur, Bank Jakarta Salurkan Pembiayaan Pasar hingga Rp326 Miliar (foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Bank Pembangunan Daerah Ibu Kota Jakarta (Bank Jakarta) mengonfirmasi capaian kinerjanya terkait pembiayaan di sektor pedagang pasar, yang mencapai Rp326 miliar, hingga Juni 2026 lalu.

Realisasi pembiayaan tersebut disalurkan ke 2.388 debitur, dengan didukung oleh keberadaan 243 Sentra Mikro Bank Jakarta yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta, demi mendekatkan layanan ke pusat-pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

"Keberadaan dan peran sentra mikro ini menjadi bagian penting dalam strategi kami untuk lebih memahami karakteristik serta kebutuhan pembiayaan di setiap ekosistem usaha, termasuk juga di segmen pedagang pasar," ujar Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H Widodo, dalam keterangan resminya, Selasa (1/9/2026).

Sebagai bank milik masyarakat Jakarta, menurut Agus, strategi dan transformasi Bank Jakarta tidak hanya semata-mata berfokus pada membesarkan kapital, modernisasi dan juga digitalisasi.

Lebih dari itu, sebagai entitas bestatus BPD, Bank Jakarta juga memiliki tanggung jawab untuk semakin dekat dengan masyarakat dan semakin relevan bagi perekonomian Jakarta secara luas.

Hal tersebut disampaikan Agus di sela kegiatan Akad Kredit Massal bagi 100 pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, di mana kawasan tersebut juga diyakini Agus memiliki potensi perputaran ekonomi yang demikian menjanjikan.

Sejauh ini, penyaluran kredit Bank Jakarta di lingkup wilayah Pasar Induk Kramat Djati tercatat telah mencapai plafon Rp48 miliar, dengan total debitur sebanyak 167 pedagang. 
"Potensi pengembangan pembiayaan di kawasan ini masih sangat besar, mengingat posisinya sebagai salah satu pusat aktivitas perdagangan penting di Jakarta, yang memiliki lebih dari 5.000 tempat usaha," ujar Agus.

Dalam proses penyalurannya, Agus menjelaskan, Bank Jakarta menyediakan skema pembiayaan mulai dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga pembiayaan non-KUR dengan plafon sampai dengan Rp500 juta. 

Produk ini dirancang untuk memberikan alternatif pembiayaan formal yang sehat dan terjangkau, sekaligus mengurangi ketergantungan pelaku usaha pada pembiayaan informal berbiaya tinggi.

Ke depan, Bank Jakarta tidak hanya berfokus pada penyaluran kredit, tetapi juga mendorong pedagang untuk terhubung dengan ekosistem digital dan memiliki pengelolaan keuangan yang lebih baik.

"Hari ini mungkin nasabah mikro, besok berkembang menjadi usaha kecil, kemudian menjadi usaha menengah. Bank Jakarta harus tetap hadir dan tumbuh bersama mereka," ujar Agus.

(taufan sukma)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement