“Pertumbuhan ekonomi harus didorong oleh sektor UMKM yang ada di Kepri dan kalau swasta bisa kita dorong lebih cepat dan lebih masif, saya kira langkah ini bisa menopang pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan pertumbuhan ekonomi di Kepri,” ujarnya.
Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi di Provinsi Kepri bertumbuh 7,48 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) hingga triwulan III-2025, meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 5,01 persen yoy. Tingkat pertumbuhan tersebut merupakan yang tertinggi di Pulau Sumatera dan peringkat ketiga secara nasional.
Berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura, Provinsi Kepri menjadi gerbang utama ekspor-impor dan salah satu penopang pertumbuhan ekonomi nasional melalui berbagai sektor industri, perdagangan, kelautan dan perikanan, jasa, keuangan, hingga pariwisata. Dengan berkembang pesatnya berbagai industri, perdagangan, dan jasa di Provinsi Kepri, investasi di sektor properti juga diyakini terus menunjukkan pertumbuhan positif.
(kunthi fahmar sandy)