sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Hadir di WEF 2026, Dirut BRI Beberkan Tantangan Pembiayaan di Emerging Markets

Banking editor Kunthi Fahmar Sandy
21/01/2026 20:01 WIB
Bank lokal dinilai memiliki peranan penting sebagai anchor bank dalam menyalurkan blended finance ke sektor riil.
Hadir di WEF 2026, Dirut BRI Beberkan Tantangan Pembiayaan di Emerging Markets (FOTO:Dok BRI)
Hadir di WEF 2026, Dirut BRI Beberkan Tantangan Pembiayaan di Emerging Markets (FOTO:Dok BRI)

Dengan dukungan teknologi digital, pembiayaan berkelanjutan tidak lagi berhenti pada proyek percontohan, melainkan berkembang menjadi sebuah sistem yang terintegrasi. 

“Digitalisasi memungkinkan keberlanjutan untuk berkembang dalam skala besar, menurunkan biaya pembiayaan, memperluas akses kredit, serta memungkinkan pengumpulan data ESG hingga ke tingkat UMKM,” katanya. 

Sebagai bank dengan fokus utama pada 

segmen mikro dan UMKM, BRI menempatkan keberlanjutan bukan sebagai inisiatif terbatas, melainkan sebagai strategi mass market. Hery menegaskan, keberlanjutan telah menjadi bagian dari DNA BRI dalam membiayai jutaan pelaku usaha setiap hari. 

Salah satu hambatan utama pembiayaan berkelanjutan adalah persepsi bahwa UMKM tidak bankable, berisiko tinggi, dan berimbal hasil rendah. Untuk menjawab tantangan tersebut, BRI menggeser pendekatan dari pembiayaan berbasis agunan menuju data-driven trust. 

Melalui digital underwriting, pemanfaatan data transaksi dan perilaku, serta penguatan ekosistem usaha. Pendekatan ini memungkinkan BRI mengelola risiko pembiayaan UMKM secara lebih terukur, sekaligus memperluas skala pembiayaan berkelanjutan. 

Halaman : 1 2 3 4 5
Advertisement
Advertisement