"Berdasarkan jenis penggunaan, Kredit Modal Kerja (KMK) pada Juni 2026 tumbuh sebesar 9,6 persen (yoy) lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 7,9 persen (yoy)," ujarnya. Peningkatan KMK pada Juni 2026 terutama didorong oleh penyaluran kredit pada sektor industri pengolahan dan konstruksi.
Ramdan menuturkan, kredit Investasi (KI) pada Juni 2026 tumbuh meningkat menjadi sebesar 22,5 persen (yoy) dari bulan sebelumnya yang tumbuh 20 ,5 persen (yoy). Peningkatan ini terutama ditopang oleh penyaluran kredit pada sektor konstruksi dan industri pengolahan.
Selanjutnya , Kredit Konsumsi (KK) pada Juni 2026 tumbuh relatif stabil sebesar 5,7 persen(yoy) dibandingkan dengan pertumbuhan Mei 2026 sebesar 5,8 persen (yoy).
Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh kredit kepemilikan rumah dan kredit multiguna yang tumbuh masing -masing sebesar 4,4 persen (yoy) dan 8,3 persen (yoy), melanjutkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 4,7 persen (yoy) dan 8,2 persen (yoy).
Sementara itu, kredit kendaraan bermotor mengalami penurunan sebesar 9,9 persen (yoy). Penyaluran kredit properti pada Juni 2026 juga tumbuh sebesar 1 7,6 persen (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 17,2 persen (yoy).