sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Jadi Magnet Masyarakat, Bank Jakarta Makin Getol Perluas Inklusi Keuangan Lewat Olahraga

Banking editor Taufan Sukma Abdi Putra
19/02/2026 14:40 WIB
Bank jakarta menilaisektor olahraga memiliki magnet kuat di masyarakat, sehingga menjadi simpul yang bisa disinergikan dalam upaya perluasan inklusi keuangan.
Jadi Magnet Masyarakat, Bank Jakarta Makin Getol Perluas Inklusi Keuangan Lewat Olahraga (foto: iNews Media Group)
Jadi Magnet Masyarakat, Bank Jakarta Makin Getol Perluas Inklusi Keuangan Lewat Olahraga (foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Tingkat inklusi keuangan senantiasa menjadi salah satu tantangan utama yang harus industri jasa keuangan nasional.

Pasalnya, dengan tingkat inklusi keuangan yang tinggi, maka keberadaan industri jasa keuangan dapat lebih dirasakan dampaknya oleh masyarakat luas, melalui kemudahan akses dan keterjangkauan beragam produk dan layanan yang dimiliki.

"Karenanya, pendekatan berbasis komunitas, termasuk di bidang olahraga, menjadi salah satu strategi yang kami pilih untuk inklusi keuangan di masyarakat," ujar Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Ibu Kota Jakarta (Bank Jakarta), Agus H Widodo, dalam keterangan resminya, Rabu (18/2/2026).

Menurut Agus, pihaknya menilai bahwa sektor olahraga memiliki magnet yang kuat di masyarakat, sehingga menjadi simpul yang bisa disinergikan dalam upaya perluasan inklusi keuangan.

Terbaru, dalam upaya tersebut, Bank Jakarta juga baru saja merilis program inklusi keuangan, yang mencoba menghubungkan semangat olahraga di bidang sepakbola dengan literasi dan inklusi keuangan.

Mengangkat tema From the Pitch to the Branch, Bank Jakarta berinovasi dengan memanfaatkan kantor cabangnya sebagai simpul massa di bidang olah raga, yang dalam hal ini para pemain Persija Jakarta dengan komunitas suporter The Jakmania.

"Acara ini kami inisiasi sebagai ruang interaksi sekaligus edukasi keuangan bagi komunitas, khususnya sepak bola, dengan menghadirkan sesi meet and greet dan foto bersama pemain Persija, sekaligus juga diisi dengan edukasi perbankan, serta kemudahan pembukaan rekening dan aktivasi melalui mobile banking, JakOne Mobile di lokasi acara," ujar Agus.

Melalui inovasi ini, Bank Jakarta berharap dengan membawa energi dan semangat kebersamaan dari lapangan ke dalam layanan perbankan, untuk memastikan bahwa setiap lapisan masyarakat, termasuk komunitas suporter, dapat memiliki akses terhadap layanan keuangan yang aman, mudah, dan bermanfaat.

Dalam kegiatan ini, Bank Jakarta juga memperkenalkan berbagai produk dan layanan yang dimiliki, seperti Kartu Debit VISA, pembukaan rekening tabungan, penggunaan QRIS untuk transaksi non-tunai, serta pemanfaatan mobile banking untuk kebutuhan sehari-hari, terutama melalui pemain Persija dan komunitas Jakmania.

"Kami memandang olahraga, utamanya sepak bola adalah medium pemersatu interaksi dan aktivitas warga yang kuat. Melalui kolaborasi ini, Bank Jakarta ingin memastikan inklusi keuangan hadir secara nyata, tidak hanya sebagai program, tetapi sebagai gerakan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar 
Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi, dalam kesempatan yang sama.

Tak hanya di bidang sepakbola, Bank Jakarta sebelumnya juga menjalin kerja sama strategis dengan klub basket Pelita Jaya Jakarta, sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan literasi dan akses layanan keuangan kepada komunitas olahraga dan generasi muda.

Melalui kolaborasi lintas cabang olahraga ini, Bank Jakarta mendorong pemanfaatan layanan perbankan digital di lingkungan pertandingan, mendukung ekosistem UMKM terkait, serta menghadirkan berbagai program edukasi keuangan bagi komunitas suporter dan atlet muda.

"Ke depan, kami akan terus menghadirkan program serupa di berbagai titik komunitas, memperluas jangkauan layanan, serta memperkuat sinergi antara sektor olahraga dan perbankan demi mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Jakarta. Ini juga sekaligus menjadi wujud nyata peran Bank Jakarta sebagai bank yang aktif membangun ekosistem ekonomi dan sosial berbasis komunitas," ujar Arie.

(taufan sukma)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement