AALI
9350
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2500
ACES
720
ACST
169
ACST-R
0
ADES
6175
ADHI
745
ADMF
8125
ADMG
173
ADRO
3140
AGAR
314
AGII
2340
AGRO
845
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
83
AIMS
246
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1180
AKSI
270
ALDO
775
ALKA
292
ALMI
0
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/10 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.47
-0.12%
-0.62
IHSG
7086.24
-0.23%
-16.64
LQ45
1007.80
-0.09%
-0.91
HSI
19610.84
-1.96%
-392.60
N225
27819.33
-0.65%
-180.63
NYSE
0.00
-100%
-15305.80
Kurs
HKD/IDR 195
USD/IDR 14,872
Emas
856,617 / gram

Jadi Penopang Likuiditas, BI Ikut Berpartisipasi dalam Renminbi Liquidity Arrangement

BANKING
Taufan Sukma/IDX Channel
Minggu, 26 Juni 2022 16:47 WIB
kerjasama ini penting dilakukan, salah satunya untuk memperkuat likuiditas di tengah tekanan volatilitas pasar keuangan.
Jadi Penopang Likuiditas, BI Ikut Berpartisipasi dalam Renminbi Liquidity Arrangement (foto: MNC Media)
Jadi Penopang Likuiditas, BI Ikut Berpartisipasi dalam Renminbi Liquidity Arrangement (foto: MNC Media)

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) telah memastikan keikutsertaannya dalam kerjasama Renminbi Liquidity Arrangement (RMBLA) yang diinisiasi oleh organisasi internasional kerja sama antara bank sentral, Bank for International Settlement (BIS). Menurut BI, kerjasama ini penting dilakukan, salah satunya untuk memperkuat likuiditas di tengah tekanan volatilitas pasar keuangan.

"Kerjasama RMBLA akan menjadi salah satu penopang likuiditas yang dapat dimanfaatkan ke depan pada saat terjadi volatilitas di pasar keuangan," ujar Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam keterangan resminya, Minggu (26/6/2022).

Kerjasama RMBLA sendiri diresmikan lewat penandatanganan BI dan BIS bersama dengan bank sentral negara-negara lain di kawasan Asia dan Pasifik, yaitu Bank Negara Malaysia (BNM), Hong Kong Monetary Authority (HKMA), Monetary Authority of Singapura (MAS), Central Bank of Chile, dan People's Bank of China (PBC). Penandatanganan dilakukan di sela rangkaian sidang tahunan BIS, di Basel, Swiss, Sabtu (25/06/2022).

Menurut Perry, RMBLA dikembangkan dengan tujuan untuk menyediakan likuiditas kepada bank-bank sentral yang berpartisipasi dari kawasan Asia-Pasifik melalui skema reserve pool. Setiap bank sentral yang berpartisipasi nantinya bakal memberikan kontribusi minimum sebesar 15 miliar renminbi, atau ekuivalen dalam dolar AS, dan ditempatkan secara bersama-sama di BIS.

Perry menjelaskan bahwa kerjasama ini juga akan semakin memperkuat kerja sama keuangan antara BI dan BIS, sehingga diharapkan juga dapat berkontribusi secara langsung terhadap stabilitas sistem keuangan di kawasan.

Perjanjian RMBLA ditandatangani secara langsung oleh Gubernur BI Perry Warjiyo, General Manager BIS Agustin Carstens, Gubernur Central Bank of Chile Rosanna Costa, Gubernur BNM Tan Sri Nor Shamsiah Mohd. Yunus, Chief Executive HKMA Eddie Yue, Managing Director MAS Ravi Menon, dan Gubernur PBC Yi Gang. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD