AALI
9650
ABBA
248
ABDA
0
ABMM
2350
ACES
785
ACST
168
ACST-R
0
ADES
7125
ADHI
800
ADMF
8050
ADMG
175
ADRO
2870
AGAR
320
AGII
2080
AGRO
700
AGRO-R
0
AGRS
121
AHAP
57
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
150
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1500
AKRA
1035
AKSI
294
ALDO
875
ALKA
296
ALMI
306
ALTO
202
Market Watch
Last updated : 2022/06/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
531.18
-1.2%
-6.43
IHSG
6942.35
-0.77%
-54.11
LQ45
995.71
-1.18%
-11.93
HSI
21974.89
-1.98%
-444.08
N225
26804.60
-0.91%
-244.87
NYSE
14667.32
-1.13%
-167.98
Kurs
HKD/IDR 1,890
USD/IDR 14,848
Emas
867,193 / gram

John Kusuma, Crazy Rich di Balik Bank Aladin Syariah

BANKING
Melati Kristina - Riset
Selasa, 14 Juni 2022 13:05 WIB
Dilansir dari Forbes, John Kusuma masuk dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia tahun 2021 versi Forbes.
John Kusuma, Crazy Rich di Balik Bank Aladin Syariah. (Foto: MNC Media)
John Kusuma, Crazy Rich di Balik Bank Aladin Syariah. (Foto: MNC Media)

IDX Channel – John Dharma J Kusuma atau dikenal sebagai John Kusuma merupakan konglomerat yang ada di balik nama Bank Aladin Syariah. Dilansir dari Forbes, John Kusuma masuk dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia tahun 2021 versi Forbes.

John menempati urutan 32 dalam daftar orang terkaya di Tanah Air yang dirilis oleh Forbes. Adapun total kekayaannya tercatat sebesar USD1,4 miliar atau Rp20 triliun (kurs Rp14.300) per 9 Juni 2022. 

Sebelum berkecimpung di dunia perbankan, John merupakan salah satu dari petinggi PT Nojorono Tobacco International yang merupakan raksasa rokok dari Kudus, Jawa Tengah. Perusahaan tersebut merupakan produsen rokok ternama seperti Class Mild dan Minak Djinggo.

Menurut situs resminya, Nojorono merupakan pelopor rokok kretek Indonesia. Perusahaan yang lahir pada 14 Oktober 1932 tersebut didirikan oleh Djee Siong dan Tan Djing Thay. Semula perusahaan ini merupakan industri rumahan, namun kemudian menjadi perusahaan yang dikenal hingga sekarang.

Pada tahun 1990, perusahaan ini dikelola oleh generasi ketiga keluarga Nojorono salah satunya yaitu John Kusuma. Perusahaan tersebut lalu tumbuh menjadi salah satu perusahaan pelopor rokok kretek di Indonesia. Bahkan, kini perusahaan rokok ini mampu menduduki posisi kelima sebagai industri rokok terbesar Tanah Air yang penjualannya mencapai sekitar 10 miliar batang per tahunnya.

Kiprah di balik Bank Aladin Syariah

Sukses sebagai pengusaha rokok, John Kusuma merambah ke dunia perbankan. Pada tahun 2019, John membeli 100 persen saham Bank Maybank Syariah Indonesia melalui PT NTI Global Indonesia. Adapun terdapat pergantian nama menjadi PT Bank Net Syariah yang efektif pada 20 Desember 2019 lalu.

Sementara berdasarkan laporan tahunannya di tahun 2019, PT NTI Global Indonesia menjadi pemegang saham PT Bank Net Syariah dengan modal yang disetor mencapai Rp573,51 miliar. Sedangkan persentase kepemilikan sahamnya mencapai 70 persen.

Kemudian pada 7 April 2021, Bank Net Syariah kembali mengubah namanya menjadi Bank Aladin Syariah (BANK) yang kini terjun sebagai bank digital. Emiten ini turut mengumumkan perubahan nama pemegang saham pengendali dari NTI Global Indonesia menjadi PT Aladin Global Ventures.

Hal tersebut terungkap dalam penyampaian fakta material keterbukaan informasi dari perbankan digital syariah yang sebelumnya bernama PT Bank Net Indonesia Syariah Tbk kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 24 September 2021 lalu.

Berdasarkan dokumen tersebut, perubahan nama ini tidak mengubah Pemegang Saham Pengendali Terakhir atau Ultimate Beneficial Owner (UBO) Bank Aladin.

Menurut struktur pemegang saham BANK per 31 Agustus 2021, Aladin Global Ventures menguasai 60,43 persen kepemilikan saham di bank tersebut. Adapun tercatat saham yang dimiliki adalah 7,98 miliar lembar saham.

Aladin Global Ventures sendiri dikendalikan oleh John Kusuma.

Data teranyar, BEI mencatat saham yang dimiliki oleh PT Aladin Global Ventures di Bank Aladin per 31 Mei 2022 sebesar 59,76 persen atau 7,98 miliar lembar saham. (ADF)                                 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD