Sementara itu, hasil jasa asuransi marine cargo meningkat 23,4 persen secara tahunan menjadi Rp97,1 miliar dari Rp78,7 miliar. Jika digabungkan, segmen kebakaran dan marine cargo menghasilkan pendapatan jasa asuransi sekitar Rp1,90 triliun atau 42,8 persen dari total pendapatan jasa asuransi TUGU pada Juni 2026.
Kinerja tersebut dinilai sejalan dengan karakter bisnis TUGU yang memiliki rekam jejak panjang dalam menangani kebutuhan asuransi industri minyak dan gas (migas), termasuk aset bernilai besar dan risiko dengan tingkat kompleksitas tinggi.
Pengalaman pada ekosistem energi memberikan basis keahlian teknis bagi TUGU untuk melakukan asesmen, pricing, penyusunan program asuransi, hingga pengelolaan risiko dan klaim pada proyek-proyek berskala besar.
Prospek dari segmen tersebut tetap terbuka seiring aktivitas hulu migas Indonesia yang masih tinggi. Sejumlah proyek baru dijadwalkan mulai berproduksi sepanjang 2026, sementara SKK Migas juga memperkirakan lifting minyak dan gas dapat meningkat pada 2027 sejalan dengan aktivitas pengeboran, intervensi sumur, dan pengembangan proyek hulu.
Kondisi tersebut menciptakan kebutuhan perlindungan yang luas, mulai dari aset produksi, konstruksi dan engineering hingga marine cargo, offshore serta liability.