Menurut analis Leonardo Lijuwardi dari NH Korindo Sekuritas Indonesia, besarnya pipeline investasi energi nasional berpotensi menjadi katalis bagi perusahaan asuransi yang memiliki kemampuan teknis dan kapasitas keuangan memadai.
“TUGU memiliki positioning yang menarik karena tidak hanya memiliki pengalaman panjang di sektor migas, tetapi juga kapabilitas untuk menangani risiko dengan nilai pertanggungan dan kompleksitas tinggi. Ketika proyek-proyek energi berskala besar memasuki tahap konstruksi dan operasional, kebutuhan terhadap perusahaan asuransi dengan kemampuan teknis seperti ini akan semakin relevan,” ujar Leonardo.
Salah satu proyek yang dinilai dapat menggambarkan besarnya peluang tersebut adalah pengembangan LNG Abadi di Blok Masela. Pemerintah pada Juli 2026 telah memulai pembangunan fisik proyek strategis nasional tersebut dengan nilai investasi sekitar USD20,9 miliar.
Proyek yang dioperasikan INPEX bersama Pertamina dan Petronas itu dirancang menghasilkan LNG sekitar 9,5 juta ton per tahun, selain gas pipa untuk kebutuhan domestik dan kondensat hingga sekitar 35.000 barel per hari.
Menurut Leonardo, proyek dengan skala dan kompleksitas seperti Masela menggambarkan ruang pertumbuhan yang potensial bagi industri asuransi umum nasional. Kebutuhan proteksi dapat berkembang mengikuti fase proyek, mulai dari engineering dan konstruksi, pengangkutan peralatan bernilai besar, instalasi fasilitas offshore dan onshore, hingga perlindungan aset ketika proyek telah beroperasi.