“Di sinilah kemampuan teknis, pengalaman menangani risiko migas, dukungan reasuransi, serta kapasitas keuangan menjadi sangat penting. TUGU memiliki modal kompetensi untuk berpartisipasi dalam ekosistem proyek-proyek besar seperti ini,” kata Leonardo.
Selain energi, kemampuan menangani risiko kompleks memberikan ruang bagi TUGU untuk memperkuat penetrasi pada lini lain seperti aviasi, engineering, offshore, marine hull, liability, hingga berbagai proyek infrastruktur dan industri berskala besar.
Karakter bisnis tersebut relatif berbeda dengan asuransi ritel karena membutuhkan keahlian underwriting yang lebih spesifik, kemampuan membaca eksposur risiko, serta dukungan kapasitas reasuransi yang kuat.
Dengan basis tersebut, TUGU berpeluang tetap menjadi salah satu perusahaan asuransi yang diandalkan untuk menopang kebutuhan perlindungan sektor energi dan industri turunannya.
Pertumbuhan hasil jasa asuransi pada segmen kebakaran dan marine cargo hingga Juni 2026 menjadi indikasi bahwa kompetensi pada risiko kompleks tidak hanya memberikan skala pendapatan, tetapi juga semakin kuat dalam menghasilkan profitabilitas underwriting bagi TUGU.
(kunthi fahmar sandy)