sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kinerja Bisnis TUGU Positif pada Juni 2026, Segmen Kebakaran hingga Marine Cargo Jadi Penopang

Banking editor Kunthi Fahmar Sandy
04/09/2026 19:02 WIB
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) mencatat kinerja bisnis yang positif hingga Juni 2026.
Kinerja Bisnis TUGU Positif pada Juni 2026, Segmen Kebakaran hingga Marine Cargo Jadi Penopang (FOTO:iNews Media Group)
Kinerja Bisnis TUGU Positif pada Juni 2026, Segmen Kebakaran hingga Marine Cargo Jadi Penopang (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel – PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) mencatat kinerja bisnis yang positif hingga Juni 2026. Tercatat, segmen kebakaran serta pengangkutan atau marine cargo masih menjadi penopang kinerja.

Berdasarkan laporan keuangan TUGU, pendapatan jasa asuransi dari segmen kebakaran mencapai Rp1,69 triliun pada Juni 2026, meningkat 13,6 persen dibandingkan Rp1,49 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Segmen ini menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 38,0 persen terhadap total pendapatan jasa asuransi TUGU sebesar Rp4,44 triliun per Juni 2026.

Tidak hanya dari sisi pendapatan, profitabilitas segmen kebakaran menunjukkan peningkatan yang jauh lebih kuat. Hasil jasa asuransi segmen tersebut melonjak 167,1 persen secara tahunan dari Rp163,9 miliar pada Juni 2025 menjadi Rp437,8 miliar pada Juni 2026.

Kinerja positif juga terlihat pada bisnis pengangkutan atau marine cargo. Pendapatan jasa asuransi segmen ini tumbuh 16,7 persen menjadi Rp211,0 miliar dari Rp180,9 miliar pada Juni 2025. Kontribusinya terhadap pendapatan jasa asuransi konsolidasi relatif stabil di kisaran 4,7 persen-4,8 persen.

Sementara itu, hasil jasa asuransi marine cargo meningkat 23,4 persen secara tahunan menjadi Rp97,1 miliar dari Rp78,7 miliar. Jika digabungkan, segmen kebakaran dan marine cargo menghasilkan pendapatan jasa asuransi sekitar Rp1,90 triliun atau 42,8 persen dari total pendapatan jasa asuransi TUGU pada Juni 2026.

Kinerja tersebut dinilai sejalan dengan karakter bisnis TUGU yang memiliki rekam jejak panjang dalam menangani kebutuhan asuransi industri minyak dan gas (migas), termasuk aset bernilai besar dan risiko dengan tingkat kompleksitas tinggi.

Pengalaman pada ekosistem energi memberikan basis keahlian teknis bagi TUGU untuk melakukan asesmen, pricing, penyusunan program asuransi, hingga pengelolaan risiko dan klaim pada proyek-proyek berskala besar.

Prospek dari segmen tersebut tetap terbuka seiring aktivitas hulu migas Indonesia yang masih tinggi. Sejumlah proyek baru dijadwalkan mulai berproduksi sepanjang 2026, sementara SKK Migas juga memperkirakan lifting minyak dan gas dapat meningkat pada 2027 sejalan dengan aktivitas pengeboran, intervensi sumur, dan pengembangan proyek hulu.

Kondisi tersebut menciptakan kebutuhan perlindungan yang luas, mulai dari aset produksi, konstruksi dan engineering hingga marine cargo, offshore serta liability.

Menurut analis Leonardo Lijuwardi dari NH Korindo Sekuritas Indonesia, besarnya pipeline investasi energi nasional berpotensi menjadi katalis bagi perusahaan asuransi yang memiliki kemampuan teknis dan kapasitas keuangan memadai.

“TUGU memiliki positioning yang menarik karena tidak hanya memiliki pengalaman panjang di sektor migas, tetapi juga kapabilitas untuk menangani risiko dengan nilai pertanggungan dan kompleksitas tinggi. Ketika proyek-proyek energi berskala besar memasuki tahap konstruksi dan operasional, kebutuhan terhadap perusahaan asuransi dengan kemampuan teknis seperti ini akan semakin relevan,” ujar Leonardo.

Salah satu proyek yang dinilai dapat menggambarkan besarnya peluang tersebut adalah pengembangan LNG Abadi di Blok Masela. Pemerintah pada Juli 2026 telah memulai pembangunan fisik proyek strategis nasional tersebut dengan nilai investasi sekitar USD20,9 miliar.

Proyek yang dioperasikan INPEX bersama Pertamina dan Petronas itu dirancang menghasilkan LNG sekitar 9,5 juta ton per tahun, selain gas pipa untuk kebutuhan domestik dan kondensat hingga sekitar 35.000 barel per hari.

Menurut Leonardo, proyek dengan skala dan kompleksitas seperti Masela menggambarkan ruang pertumbuhan yang potensial bagi industri asuransi umum nasional. Kebutuhan proteksi dapat berkembang mengikuti fase proyek, mulai dari engineering dan konstruksi, pengangkutan peralatan bernilai besar, instalasi fasilitas offshore dan onshore, hingga perlindungan aset ketika proyek telah beroperasi.

“Di sinilah kemampuan teknis, pengalaman menangani risiko migas, dukungan reasuransi, serta kapasitas keuangan menjadi sangat penting. TUGU memiliki modal kompetensi untuk berpartisipasi dalam ekosistem proyek-proyek besar seperti ini,” kata Leonardo.

Selain energi, kemampuan menangani risiko kompleks memberikan ruang bagi TUGU untuk memperkuat penetrasi pada lini lain seperti aviasi, engineering, offshore, marine hull, liability, hingga berbagai proyek infrastruktur dan industri berskala besar.

Karakter bisnis tersebut relatif berbeda dengan asuransi ritel karena membutuhkan keahlian underwriting yang lebih spesifik, kemampuan membaca eksposur risiko, serta dukungan kapasitas reasuransi yang kuat.

Dengan basis tersebut, TUGU berpeluang tetap menjadi salah satu perusahaan asuransi yang diandalkan untuk menopang kebutuhan perlindungan sektor energi dan industri turunannya.

Pertumbuhan hasil jasa asuransi pada segmen kebakaran dan marine cargo hingga Juni 2026 menjadi indikasi bahwa kompetensi pada risiko kompleks tidak hanya memberikan skala pendapatan, tetapi juga semakin kuat dalam menghasilkan profitabilitas underwriting bagi TUGU. 

(kunthi fahmar sandy)

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement