AALI
9725
ABBA
302
ABDA
5825
ABMM
1370
ACES
1255
ACST
184
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
175
ADRO
2310
AGAR
360
AGII
1430
AGRO
1275
AGRO-R
0
AGRS
149
AHAP
69
AIMS
370
AIMS-W
0
AISA
172
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1090
AKRA
710
AKSI
690
ALDO
1390
ALKA
292
ALMI
288
ALTO
260
Market Watch
Last updated : 2022/01/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.19
-0.02%
-0.10
IHSG
6611.16
0.16%
+10.34
LQ45
947.02
0.02%
+0.16
HSI
23775.35
-2.12%
-514.55
N225
26170.30
-3.11%
-841.03
NYSE
16236.51
-0.64%
-103.81
Kurs
HKD/IDR 1,844
USD/IDR 14,383
Emas
837,385 / gram

Kinerja Tetap Baik saat Pandemi, Ternyata Ini Dua Strategi BRI (BBRI)

BANKING
Aditya Pratama/iNews
Kamis, 09 September 2021 17:32 WIB
BRI tetap mampu menjaga kinerja positif dan berkelanjutan di tengah hantaman pandemi Covid-19.
Kinerja Tetap Baik saat Pandemi, Ternyata Ini Dua Strategi BRI (BBRI). (Foto: MNC Media)
Kinerja Tetap Baik saat Pandemi, Ternyata Ini Dua Strategi BRI (BBRI). (Foto: MNC Media)

IDXChannel - BRI tetap mampu menjaga kinerja positif dan berkelanjutan di tengah hantaman pandemi Covid-19. Hal ini didorong dari dua strategi utama penopang utama kinerja Perseroan.

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), Sunarso, pertama, BRI aktif melakukan review terhadap infrastruktur baik dari protokol kesehatan, kebijakan penyaluran dan restrukturisasi kredit, serta mengembangkan produk dan layanan yang adaptif terhadap perubahan perilaku masyarakat.

"Kedua, disiplin membentuk pencadangan kredit yang memadai untuk memitigasi dampak pandemi pada kualitas kredit, dan strategi tersebut terbukti berhasil," ujar Sunarso dalam Public Expose Live 2021, Kamis (9/9/2021).

Strategi tersebut terbukti berhasil, hal tersebut tercermin dari kinerja perseroan yang mampu mencatatkan kinerja positif hingga akhir kuartal II tahun 2021, baik dari sisi Balance Sheet maupun Profitabilitas. Secara bank only, total Aset BRI mencapai Rp1.411,6 triliun atau tumbuh 7,8 persen secara year on year (YoY) dan penyaluran kredit mencapai Rp912,1 triliun atau meningkat 5,0 perssn YoY, lebih baik dibandingkan pertumbuhan industri perbankan nasional yang sebesar 0,6 persen.

“Pertumbuhan kredit BRI tersebut didorong segmen Mikro yang tumbuh 17,0 persen YoY, disumbang oleh penyaluran KUR Mikro yang mencapai Rp87 triliun sepanjang 2021, sehingga komposisi Kredit Mikro naik menjadi 40,2 persen dari kuartal II 2020 sebesar 36,1 persen. Hal ini sejalan dengan aspirasi kami untuk meningkatkan komposisi kredit mikro minimal 45 persen di tahun 2025,” kata dia.

Profitabilitas BRI sampai dengan Kuartal II 2021 mampu tumbuh positif, dimana laba bersih BRI tumbuh sebesar 22 persen YoY menjadi Rp12,45 triliun dan Net Interest Income (NII) tercatat sebesar Rp46,35 triliun atau tumbuh 34,2 persen YoY. Di tengah kondisi yang menantang ini, BRI tetap optimistis mampu menjaga pertumbuhan yang kuat dan sustainable di masa yang akan datang sebagai strategi Securing Strong and Sustainable Future Growth.

“Inisiatif utama kami dalam menjaga pertumbuhan yang sustainable tersebut adalah dengan melakukan pembentukan Ekosistem Ultra Mikro. Pembentukan Ekosistem ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang kami yaitu BRIVolution 2.0, yang berfokus pada enam tema transformasi, dan salah satunya adalah Creating New Growth Engine,” ucap Sunarso.

Melalui Ekosistem Ultra Mikro, BRI bersama dengan Pegadaian dan PNM memiliki aspirasi untuk menciptakan integrated journey bagi pengusaha ultra mikro, yang juga akan menjadi embrio
pertumbuhan di segmen Mikro dan Kecil. Nantinya, PNM melalui model bisnis Group Lending-nya memberikan program pemberdayaan kepada nasabah yang unfeasible dan unbanked untuk menjadi pengusaha ultra mikro yang lebih independen.

Selanjutnya, saat nasabah PNM sudah menjadi feasible dengan kapasitas bisnis yang meningkat, dapat ditawarkan produk Ultra Mikro BRI dan Pegadaian. Tujuan akhir dari Integrated Journey dalam Ekosistem Ultra Mikro ini adalah dimana nasabah UMi dapat berkembang menjadi pengusaha dengan kapasitas bisnis yang lebih matang dan siap naik kelas ke segmen Mikro.

Untuk memperkuat ekosistem bisnis ultra mikro dan mikro yang menjadi fokus utama BRI, Perseroan telah mengimplementasikan strategi “Hybrid Bank Model” dengan mengintegrasikan core strengths atau kekuatan utama BRI. Kekuatan utama BRI tersebut diantaranya jaringan fisik yang tersebar luas di seluruh Indonesia dengan dukungan lebih dari 9200 jaringan kantor, 220 ribu jaringan e-channel dan 465 ribu Agen BRILink, 37 ribu loan officer yang juga berperan sebagai financial advisor bagi nasabah serta digital capabilities BRI dengan dukungan digital business process seperti BRISPOT.

“Melalui seluruh strategi dan inisiatif tersebut serta didukung pengelolaan modal yang optimal, kami yakin BRI mampu mencapai visi untuk menjadi The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia and Champion of Financial Inclusion di tahun 2025,” tuturnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD