"Hal ini menunjukkan fokus BBA sebagai intermediary bank yang mendukung modal kerja nasabah, khususnya di sektor perdagangan & industri," ujarnya.
Adapun 73 persen kredit disalurkan ke sektor perdagangan dan industri. Sektor yang produktif ini merupakan salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia dan secara historis masih memiliki kebutuhan pembiayaan yang cukup tinggi.
Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tetap terjaga stabil yakni di angka Rp4,9 triliun pada kuartal III-2025. "DPK stabil sehingga memberikan ruang ekspansi penyaluran kredit yang berkelanjutan," ujar dia.
Dengan komposisi modal yang kuat dan fokus pada pembiayaan sektor produktif, perseroan berada pada posisi untuk terus melanjutkan ekspansi secara selektif dan prudent.
"Kinerja per September 2025 mencerminkan kemampuan BBA untuk tetap menjaga pertumbuhan secara berkelanjutan," katanya.
(kunthi fahmar sandy)