AALI
12925
ABBA
197
ABDA
0
ABMM
3280
ACES
1010
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
187
ADRO
3310
AGAR
354
AGII
1975
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
127
AHAP
61
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1025
AKSI
232
ALDO
925
ALKA
298
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.40
0.61%
+3.27
IHSG
6918.14
1.39%
+94.81
LQ45
1015.18
0.69%
+6.97
HSI
20717.24
2.97%
+596.56
N225
26739.03
1.27%
+336.19
NYSE
0.00
-100%
-15044.52
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,664
Emas
870,562 / gram

Kredit Baru Diprediksi Tumbuh Lebih Tinggi pada Kuartal IV-2021, Ini Penjelasan BI

BANKING
Kunthi Fahmar Sandy
Kamis, 21 Oktober 2021 11:18 WIB
Pada jenis kredit konsumsi, penyaluran kredit kepemilikan rumah/apartemen masih menjadi prioritas utama
Kredit Baru Diprediksi Tumbuh Lebih Tinggi pada Kuartal IV-2021, Ini Penjelasan BI (FOTO:MNC Media)
Kredit Baru Diprediksi Tumbuh Lebih Tinggi pada Kuartal IV-2021, Ini Penjelasan BI (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Bank Indonesia menyatakan, pada kuartal IV 2021, secara triwulanan (qtq), kredit baru diperkirakan tumbuh lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya. 

Hal ini terindikasi dari SBT prakiraan permintaan kredit baru pada triwulan IV 2021 sebesar 90,9%, lebih tinggi dibandingkan 20,9% pada triwulan sebelumnya. 

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, perkiraan pertumbuhan tersebut mengindikasikan kinerja pembiayaan yang semakin 

membaik pada triwulan IV 2021. 

"Prioritas utama responden dalam penyaluran kredit baru triwulan IV 2021 adalah kredit modal kerja, diikuti oleh kredit investasi dan kredit konsumsi," paparnya, Kamis (21/10/2021). 

Pada jenis kredit konsumsi, penyaluran kredit kepemilikan rumah/apartemen masih menjadi prioritas utama, diikuti oleh penyaluran kredit multiguna dan kredit kendaraan bermotor. 

Berdasarkan sektor, penyaluran kredit baru pada triwulan IV 2021 diprioritaskan pada sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Industri Pengolahan dan Konstruksi.

Adapun sejalan dengan prakiraan meningkatnya pertumbuhan kredit baru, kebijakan penyaluran kredit pada triwulan IV 2021 diprakirakan lebih longgar dibandingkan periode triwulan sebelumnya. 

Hal ini sebagaimana terindikasi dari Indeks Lending Standard (ILS) sebesar -0,4%, lebih rendah dibandingkan 2,0% pada triwulan sebelumnya. 

Standar penyaluran kredit yang lebih longgar dibandingkan triwulan sebelumnya diprakirakan terjadi pada kredit konsumsi (selain KPR) dan kredit modal kerja. 

Sementara itu, aspek kebijakan penyaluran kredit yang diprakirakan lebih longgar dibandingkan triwulan sebelumnya 

antara lain jangka waktu, suku bunga dan biaya persetujuan kredit. 

"Responden memprakirakan outstanding kredit 2021 tumbuh positif sebesar 5,3% (yoy), berbeda dibandingkan realisasi pertumbuhan kredit 2020 sebesar -2,4% (yoy)," ucapnya. 

Responden menyampaikan bahwa prakiraan kinerja penyaluran kredit tahun 2021 didukung oleh optimisme terhadap kondisi moneter dan ekonomi, serta relatif terjaganya risiko penyaluran kredit.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD