Pada periode yang sama, laba bersih BWS mencapai Rp594,09 miliar, meningkat dibandingkan semester I-2025 yang sebesar Rp82,67 miliar.
Dari sisi pendanaan, simpanan nasabah BWS tercatat Rp29,46 triliun per akhir Juni 2026. Struktur pendanaan tersebut terdiri atas simpanan pihak berelasi sebesar Rp13,84 miliar dan pihak ketiga sebesar Rp29,44 triliun.
Menurut Leo, kualitas pertumbuhan kredit akan menjadi faktor penting ke depan, di samping besarnya penyaluran pembiayaan.
“Yang perlu dijaga bukan hanya pertumbuhan volume, tetapi juga kualitas debitur dan pricing kredit. Jika ekspansi kredit modal kerja dapat dibarengi pengelolaan risiko dan biaya dana yang disiplin, segmen ini berpotensi tetap menjadi salah satu motor pendapatan bunga BWS,” tutur Leo. (Aldo Fernando)