IDXChannel - Kebijakan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen dalam beberapa waktu terakhir membuat industri perbankan menghadapi tantangan yang lebih besar.
Kondisi tersebut terutama dirasakan oleh bank-bank berskala kecil hingga menengah, termasuk kelompok KBMI I dan KBMI II, yang harus menyesuaikan strategi bisnis di tengah tingginya biaya dana dan ketatnya persaingan menghimpun dana masyarakat.
Di tengah era suku bunga tinggi dan ketidakpastian ekonomi global, industri perbankan menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari persaingan memperoleh dana pihak ketiga yang semakin ketat, meningkatnya biaya dana (cost of fund), hingga pertumbuhan kredit yang cenderung lebih selektif.
Dalam kondisi tersebut, bank tidak hanya dituntut mencatatkan pertumbuhan, tetapi juga menjaga kualitas aset, likuiditas, serta profitabilitas.
Tantangan ini dinilai lebih besar bagi bank berukuran menengah yang tidak memiliki basis dana murah maupun ekosistem nasabah seluas bank-bank besar.