AALI
8050
ABBA
600
ABDA
0
ABMM
1260
ACES
1320
ACST
250
ACST-R
0
ADES
2410
ADHI
690
ADMF
7675
ADMG
210
ADRO
1365
AGAR
0
AGII
1775
AGRO
2430
AGRO-R
0
AGRS
264
AHAP
59
AIMS
396
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
650
AKRA
3660
AKSI
420
ALDO
630
ALKA
226
ALMI
270
ALTO
328
Market Watch
Last updated : 2021/08/02 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
440.86
0.61%
+2.68
IHSG
6096.41
0.43%
+26.37
LQ45
828.39
0.65%
+5.34
HSI
25956.22
-0.02%
-4.81
N225
27761.68
1.75%
+478.09
NYSE
16602.29
-0.57%
-94.85
Kurs
HKD/IDR 1,859
USD/IDR 14,460
Emas
844,281 / gram

Kredit Perbankan Masih Terkontraksi 1,28 Persen hingga Mei 2021

BANKING
Michelle N/Sindonews
Jum'at, 18 Juni 2021 06:18 WIB
Permintaan kredit di sektor properti terus membaik tercermin dari pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang tumbuh 6,61% (yoy)
Kredit Perbankan Masih Terkontraksi 1,28 Persen hingga Mei 2021 (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Pada kondisi likuiditas yang tetap longgar, hasil assessment Bank Indonesia (BI) terhadap intermediasi perbankan menunjukkan perbaikan meskipun masih mengalami kontraksi sebesar -1,28% (yoy) pada Mei 2021. 

"Perbaikan ini didorong oleh membaiknya permintaan kredit seiring dengan berlanjutnya pemulihan aktivitas korporasi yang tercermin antara lain dari meningkatnya penjualan, pajak yang dibayarkan, dan kemampuan bayar korporasi," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Kamis (17/6/2021). 

Di sektor rumah tangga, permintaan kredit di sektor properti terus membaik tercermin dari pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang tumbuh 6,61% (yoy) sejalan dengan implementasi pelonggaran LTV dan insentif pajak oleh Pemerintah.  

"Pemulihan kredit juga terjadi di sektor UMKM, terutama di sektor perdagangan," ucap Perry. Untuk mendorong momentum pemulihan fungsi intermediasi perbankan, berbagai langkah penguatan terus dilakukan melalui sinergi antar otoritas, perbankan, dan dunia usaha untuk menjaga optimisme dan mengatasi permasalahan sisi permintaan dan sisi penawaran kredit dari perbankan kepada dunia usaha.  

"Dalam kaitan ini, BI terus memperkuat kebijakan transparansi SBDK perbankan serta koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk meningkatkan kredit/pembiayaan kepada dunia usaha pada sektor-sektor prioritas," pungkasnya. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD