Dari sisi ketahanan industri, Kiki memastikan kondisi likuiditas perbankan tetap berada dalam posisi yang sangat solid. Rasio alat likuid terhadap non-core deposit (AL/NCD) berada pada level 108,20 persen, sementara rasio alat likuid terhadap DPK (AL/DPK) tercatat sebesar 24,74 persen, keduanya bertahan jauh di atas ketentuan ambang batas minimum regulator.
Kualitas portofolio aset perbankan juga relatif terjaga dengan baik. Indikator kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross tercatat sebesar 2,17 persen, NPL net sebesar 0,84 persen, serta rasio loan at risk (LAR) berada di tingkat 8,72 persen.
“Kemudian likuiditas juga terjaga, dan lain-lain juga tadi disampaikan juga misalnya NPL-nya terjaga,” kata dia.
Di luar pemaparan kondisi makro perbankan, OJK turut menjabarkan berbagai program strategis yang sedang berjalan guna memperkuat sektor jasa keuangan, termasuk upaya pendalaman pasar serta skema dukungan pembiayaan bagi pelaku UMKM.
Kiki juga menyampaikan laporan terkait efektivitas kerja sama antar-lembaga yang tergabung dalam KSSK untuk mengawal ketahanan sistem keuangan nasional agar tetap stabil.