“Kinerja kami pada semester pertama 2026 menunjukkan bagaimana pertumbuhan yang disiplin dapat mendorong hasil yang berkelanjutan. Di tengah ketidakpastian global dan domestik, kami tetap fokus untuk tumbuh lebih kuat, mendorong bisnis yang lebih sehat melalui penerapan manajemen risiko yang lebih hati-hati, penyaluran pembiayaan yang lebih berkelanjutan, serta membangun relasi jangka panjang dengan para Nasabah,” ujar Drektur Utama PT Bank QNB Indonesia Tbk Nick Groene dikutip Selasa (18/8/2026).
Bank QNB Indonesia berada pada posisi yang tepat untuk menjadi penghubung antara pelaku usaha di Indonesia dengan pasar regional dan internasional, maupun sebaliknya.
Dengan memadukan kekuatan jaringan internasional QNB Group, investasi yang berkelanjutan pada teknologi, serta kapabilitas sumber daya manusia, Bank terus berupaya untuk menciptakan nilai tambah dalam menjalankan bisnisnya.
Di sisi lain, rasio kredit bermasalah (nonperforming loan) Bank membaik ke level 1,84 persen pada H1/2026 dari 3,31% pada H1/2025 yang mencerminkan kehati-hatian Bank dalam melakukan penyaluran pinjaman dan pengelolaan risiko pinjaman yang efektif.
Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 4 persen mencapai Rp8,5 triliun, dari Rp8,1 triliun pada akhir 2025, tumbuh lebih cepat dibandingkan pinjaman dan mempertegas posisi likuiditas Bank.