Selama periode tersebut, Bank QNB Indonesia juga mempertahankan fondasi keuangan yang kuat. Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) tetap berada pada level yang kokoh sebesar 53,85 persen, memberikan ruang yang memadai untuk mendukung pertumbuhan bisnis ke depan.
Sementara itu, rasio-rasio likuiditas lainnya juga masih berada di atas ketentuan minimum regulator dengan Liquidity Coverage Ratio mencapai 144,33 persen dan Net Stable Funding Ratio mencapai 129.83 persen.
Memasuki paruh kedua 2026, Bank akan terus berfokus pada pengembangan segmen corporate dan institutional banking dengan memperdalam hubungan dengan perusahaan-perusahaan besar, korporasi multinasional, serta badan usaha milik negara (BUMN), sambil tetap
menerapkan pengelolaan biaya dan risiko secara hati-hati.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, Bank QNB Indonesia akan terus mengoptimalkan
kolaborasi dengan QNB Group, termasuk jaringan kantor cabang dan entitas anak usahanya di berbagai negara, untuk membuka lebih banyak peluang bisnis lintas negara (cross-border).