"Dari sisi pendanaan, kinerja yang baik ini ditopang oleh berbagai inisiatif akuisisi nasabah, inovasi produk, serta program customer engagement. Bersama dengan kontribusi yang terus berkembang dari jaringan komunitas syariah, berbagai upaya tersebut turut meningkatkan porsi dana murah, sekaligus memperkuat posisi likuiditas dan ketahanan pendanaan Bank," katanya.
Dalam memperkuat komitmen terhadap pertumbuhan berkelanjutan, CIMB Niaga terus meningkatkan penyaluran pembiayaan yang memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat, sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan Indonesia.
Hingga sembilan bulan pertama 2026, total pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp65 triliun atau setara 26,6 persen dari total portofolio pembiayaan Bank. Pertumbuhan ini didukung oleh permintaan pembiayaan yang terus meningkat, terutama pada pembiayaan (sustainability-linked financing), produk yang ramah lingkungan dan efisien dalam penggunaan sumber daya, serta transportasi berkelanjutan.
CIMB Niaga juga terus memperkuat penerapan Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) dalam portofolio pembiayaan berkelanjutan.
Dia menuturkan, langkah ini memberikan landasan yang lebih kuat dalam menilai dan mengklasifikasikan kegiatan ekonomi berkelanjutan. Penerapan TKBI juga melengkapi kerangka Green, Social and Sustainable Impact Products and Services (GSSIPS) yang dimiliki Bank, sekaligus mendukung transisi yang adil menuju perekonomian yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan rendah karbon.