IDXChannel - PT Bank Permata Tbk (BNLI) membukukan laba bersih sebesar Rp2,6 triliun sepanjang Januari-September 2026. Di tengah ketidakpastian global, perseroan mencatat pertumbuhan kredit sebesar 10,1 persen secara tahunan menjadi Rp172,9 triliun.
Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli mengatakan, perseroan terus menjaga fundamental bisnis melalui pengelolaan risiko yang disiplin dan pertumbuhan kredit yang sehat.
“Hal ini menjadi landasan bagi Permata Bank untuk menjaga ketahanan bisnis sekaligus menangkap peluang pertumbuhan secara berkelanjutan,” ujar Meliza dalam keterangan resmi, Rabu (28/10/2026).
Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, Permata Bank mencatatkan total pendapatan sebesar Rp9,2 triliun. Sementara itu, total aset perseroan tumbuh 2,9 persen secara tahunan menjadi Rp277,2 triliun per akhir September 2026.
Dari sisi pendanaan, rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan-to-deposit ratio (LDR) mencapai 92,1 persen, meningkat dibandingkan 80,9 persen pada periode yang sama tahun lalu. Adapun dana murah atau current account and savings account (CASA) berkontribusi 56,4 persen terhadap total dana pihak ketiga (DPK).