IDXChannel – PT Bank Seabank Indonesia membukukan kinerja positif pada kuartal I-2026 dengan pertumbuhan signifikan dari sisi profitabilitas, efisiensi bisnis, hingga ekspansi aset. Capaian tersebut melanjutkan tren positif perseroan sejak akhir 2025.
SeaBank mencatat laba bersih setelah pajak sebesar Rp375,6 miliar pada kuartal I-2026. Angka tersebut melonjak 288 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp96,7 miliar.
Peningkatan laba didorong oleh efisiensi operasional serta optimalisasi aset yang dinilai semakin produktif dalam menopang pertumbuhan bisnis perseroan.
Kinerja bisnis SeaBank juga tercermin dari rasio Return on Assets (ROA) yang meningkat menjadi 4,01 persen. Capaian ini menunjukkan peningkatan efektivitas perusahaan dalam mengelola aset, risiko, serta memperluas diversifikasi pendapatan melalui penguatan layanan digital.
Direktur Utama SeaBank Indonesia, Sasmaya Tuhuleley, mengatakan pertumbuhan tersebut menjadi bukti model bisnis bank digital mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan yang cepat dan mudah diakses.
"Angka pertumbuhan ini adalah cerminan dari solusi nyata yang kami tawarkan. SeaBank telah menjadi rekan yang membantu masyarakat bertransaksi dengan lebih mudah dan cepat. Kami akan terus menjaga momentum ini dengan menghadirkan teknologi layanan keuangan, demi menciptakan akses yang lebih luas bagi setiap lapisan masyarakat," ujar Sasmaya dalam keterangannya, Selasa (20/5/2026).
Dari sisi neraca, total aset SeaBank hingga Maret 2026 mencapai Rp49,7 triliun atau tumbuh 33 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp37,4 triliun.
Pertumbuhan aset ditopang ekspansi kredit yang tetap dijaga kualitasnya serta penempatan likuiditas secara prudent pada instrumen yang relatif aman.
Pada sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 44,58 persen secara tahunan menjadi Rp39,1 triliun, meningkat dari Rp27 triliun pada kuartal I-2025.
Pencapaian tersebut didukung dominasi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) yang mencapai 69,10% dari total DPK. Tingginya porsi CASA menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan nasabah yang menjadikan SeaBank sebagai rekening utama transaksi.
Sementara itu, penyaluran kredit tumbuh 40,83 persen menjadi Rp34,80 triliun dibandingkan Rp24,71 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penyaluran kredit SeaBank difokuskan pada segmen ritel individu melalui produk direct lending, kerja sama multifinance, serta kemitraan strategis dengan berbagai lending partner.
Meski agresif menyalurkan kredit, SeaBank tetap menjaga kualitas aset dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross di level 1,56 persen.
Untuk menopang ekspansi jangka panjang, perseroan juga mempertahankan permodalan yang kuat. Hingga akhir kuartal I-2026, rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) SeaBank tercatat sebesar 21,88 persen.
Sasmaya menegaskan perseroan optimistis mempertahankan momentum pertumbuhan sepanjang 2026 melalui inovasi layanan dan penguatan kontribusi terhadap ekosistem ekonomi digital nasional.
"Kinerja SeaBank di awal 2026 adalah bukti nyata bahwa bank digital dapat tumbuh pesat sekaligus tetap pruden. Setiap angka dalam laporan keuangan ini merepresentasikan kepercayaan nasabah yang kami jaga, komitmen yang kami penuhi, dan nilai yang terus kami ciptakan bersama," kata Sasmaya.
(Shifa Nurhaliza Putri)