IDXChannel - Musim laporan keuangan kuartal II-2026 atau semester I-2026 membawa angin segar bagi pasar saham Indonesia.
Analis menilai jumlah emiten yang membukukan kinerja di bawah ekspektasi menjadi yang paling sedikit dalam tiga tahun terakhir, memberi sinyal bahwa fase terburuk penurunan laba korporasi mulai mereda.
Analis CGS International Sekuritas Indonesia (CGSI) Hadi Soegiarto dan Elizabeth Noviana dalam riset yang diterbitkan pada 3 Agustus 2026 menyebut hanya tujuh dari 40 emiten yang mereka pantau, atau sekitar 18 persen, mencatatkan laba di bawah ekspektasi pasar.
Persentase tersebut menjadi yang terendah sepanjang periode 2023-2026, bahkan lebih baik dibandingkan rekor sebelumnya sebesar 20 persen pada kuartal I-2023.
Menurut CGSI, membaiknya kualitas laporan keuangan tersebut memang tidak lepas dari ekspektasi laba investor yang sebelumnya sudah cukup rendah.