Namun demikian, hasil semester I-2026 secara umum mampu memenuhi konsensus Bloomberg dan menunjukkan perbaikan dibandingkan kuartal I-2026 yang sedikit meleset dari perkiraan.
Meski ketidakpastian masih membayangi prospek semester II-2026 akibat fluktuasi harga minyak dan perlambatan pertumbuhan ekonomi, CGSI optimistis kinerja perusahaan tidak akan kembali mengecewakan seperti yang terjadi pada 2024-2025.
Perbaikan kinerja paling terlihat pada sektor pertanian serta minyak dan gas (migas).
Secara keseluruhan, laba inti emiten yang berada dalam cakupan riset CGSI tumbuh 26 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal II-2026, meningkat tajam dibandingkan pertumbuhan 3 persen pada kuartal I-2026.
Akselerasi tersebut turut didukung basis perbandingan yang rendah (low base) pada kuartal II-2025 serta kuatnya harga komoditas.