sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Laba SeaBank Melonjak 288 Persen di Kuartal I-2026, Tembus Rp375,6 Miliar

Banking editor Shifa Nurhaliza Putri
20/05/2026 09:43 WIB
PT Bank Seabank Indonesia membukukan kinerja positif pada kuartal I-2026 dengan pertumbuhan signifikan dari sisi profitabilitas, hingga ekspansi bisnis.
Laba SeaBank Melonjak 288 Persen di Kuartal I-2026, Tembus Rp375,6 Miliar. (Foto: Ilustrasi)
Laba SeaBank Melonjak 288 Persen di Kuartal I-2026, Tembus Rp375,6 Miliar. (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel – PT Bank Seabank Indonesia membukukan kinerja positif pada kuartal I-2026 dengan pertumbuhan signifikan dari sisi profitabilitas, efisiensi bisnis, hingga ekspansi aset. Capaian tersebut melanjutkan tren positif perseroan sejak akhir 2025.

SeaBank mencatat laba bersih setelah pajak sebesar Rp375,6 miliar pada kuartal I-2026. Angka tersebut melonjak 288 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp96,7 miliar.

Peningkatan laba didorong oleh efisiensi operasional serta optimalisasi aset yang dinilai semakin produktif dalam menopang pertumbuhan bisnis perseroan.

Kinerja bisnis SeaBank juga tercermin dari rasio Return on Assets (ROA) yang meningkat menjadi 4,01 persen. Capaian ini menunjukkan peningkatan efektivitas perusahaan dalam mengelola aset, risiko, serta memperluas diversifikasi pendapatan melalui penguatan layanan digital.

Direktur Utama SeaBank Indonesia, Sasmaya Tuhuleley, mengatakan pertumbuhan tersebut menjadi bukti model bisnis bank digital mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan yang cepat dan mudah diakses.

"Angka pertumbuhan ini adalah cerminan dari solusi nyata yang kami tawarkan. SeaBank telah menjadi rekan yang membantu masyarakat bertransaksi dengan lebih mudah dan cepat. Kami akan terus menjaga momentum ini dengan menghadirkan teknologi layanan keuangan, demi menciptakan akses yang lebih luas bagi setiap lapisan masyarakat," ujar Sasmaya dalam keterangannya, Selasa (20/5/2026).

Dari sisi neraca, total aset SeaBank hingga Maret 2026 mencapai Rp49,7 triliun atau tumbuh 33 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp37,4 triliun.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement