AALI
9825
ABBA
390
ABDA
0
ABMM
1435
ACES
1240
ACST
234
ACST-R
0
ADES
2970
ADHI
1040
ADMF
7700
ADMG
196
ADRO
1870
AGAR
320
AGII
1485
AGRO
2080
AGRO-R
0
AGRS
179
AHAP
76
AIMS
460
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
890
AKRA
4180
AKSI
414
ALDO
965
ALKA
242
ALMI
246
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.49
0.72%
+3.62
IHSG
6573.41
0.53%
+34.91
LQ45
945.70
0.72%
+6.77
HSI
23444.23
-1.36%
-322.46
N225
27922.34
-0.38%
-107.23
NYSE
16347.87
-0.77%
-127.38
Kurs
HKD/IDR 1,847
USD/IDR 14,395
Emas
827,268 / gram

Layanan Digital DBS Singapura Alami Gangguan Dua Hari, Bank Sentral Turun Tangan

BANKING
Anggie Ariesta
Kamis, 25 November 2021 13:50 WIB
Bank DBS Singapura sempat mengalami gangguan pada layanan digitalnya selama dua hari berturut-turut.
Bank DBS Singapura sempat mengalami gangguan pada layanan digitalnya selama dua hari berturut-turut. (Foto: MNC Media)
Bank DBS Singapura sempat mengalami gangguan pada layanan digitalnya selama dua hari berturut-turut. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Bank DBS Singapura sempat mengalami gangguan pada layanan digitalnya selama dua hari berturut-turut. Gangguan tersebut jelas mengganggu banyak pihak termasuk Bank Sentral Singapura, Otoritas Moneter Singapura (MAS) dan para nasabah.

Asisten Direktur Pelaksana Tim Perbankan dan Asuransi MAS, Marcus Lim menyatakan bahwa regulator akan mengambil langkah supervisi pada DBS Group Holdings Ltd. Bank sentral akan melakukan penyelidikan menyeluruh terkait penyebab gangguan layanan digital DBS Bank.

“Ini adalah gangguan serius dan Otoritas Moneter Singapura (MAS) mengharapkan DBS untuk melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengidentifikasi akar penyebab dan menerapkan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan,” ujar Marcus kepada Reuters, dikutip Kamis (25/11/2021).

Sebelumnya, DBS telah meyakinkan nasabah bahwa simpanan dan uang mereka aman meskipun ada masalah teknis.

Gangguan tersebut, termasuk pada aplikasi pembayarannya, adalah masalah serius yang dialami oleh bank terbesar di Asia Tenggara sejak kesalahan besar pada tahun 2010 yang membuat pelanggan tidak dapat menarik uang tunai dari ATM selama berjam-jam. Hal itu mengakibatkan MAS melakukan tindakan pengawasan terhadapnya.

Gangguan terbaru ini memicu kemarahan nasabah hanya beberapa jam setelah DBS mengumumkan perbaikan setelah hari pertama gangguan.

"Kemarin, kami mengidentifikasi masalah dengan server kontrol akses kami dan inilah mengapa banyak dari Anda tidak dapat masuk," ujar Shee Tse Koon, Kepala DBS Singapura, mengatakan dalam pesan video di Facebook.

Dia mengatakan DBS dan penyedia teknik pihak ketiganya telah memperbaiki masalah tersebut dan layanan dipulihkan tepat setelah tengah malam tetapi masalah itu muncul kembali pada Rabu pagi.

"Saya ingin meyakinkan Anda bahwa simpanan dan uang Anda aman," kata Shee, menambahkan pelanggan dapat menggunakan cabang bank dan layanan perbankan melalui telepon.

Bank DBS beroperasi di seluruh dunia termasuk Indonesia, India dan Hong Kong, tetapi pasar ritel dan manajemen kekayaan terbesarnya ada di Singapura, di mana ia adalah pemimpin pasar dalam perbankan ritel.

Selama dekade terakhir, Group CEO Piyush Gupta telah mengarahkan bank untuk menginvestasikan miliaran dolar untuk meningkatkan infrastruktur teknologinya saat merangkul komputasi awan dan mendigitalkan layanannya.

Desember lalu, perusahaan ride-hailing Asia Tenggara, Grab, Singtel dan perusahaan platform internet Sea Ltd masing-masing diberikan lisensi untuk menjalankan bank digital pertama di Singapura, dalam perombakan perbankan terbesar di negara itu selama dua dekade.(TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD