Kabupaten Demak menghadapi ancaman abrasi dan banjir rob akibat kenaikan permukaan air laut, cuaca ekstrem, serta kondisi dataran pesisir yang rendah.
Risiko tersebut diperparah oleh alih fungsi lahan mangrove, eksploitasi air tanah yang memicu penurunan muka tanah, dan penumpukan sampah plastik yang menyumbat saluran irigasi. Kondisi ini mengancam permukiman, lahan produktif, infrastruktur, dan mata pencaharian masyarakat pesisir.
Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan tanggung jawab sosial dan lingkungan merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam merespons kebutuhan masyarakat dan tantangan lingkungan.
“Bagi BRI, tanggung jawab sosial dan lingkungan merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui BRI Peduli, kami berharap upaya rehabilitasi pesisir ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya dikutip Kamis (22/10/2026).
Selain rehabilitasi mangrove, BRI Peduli juga menjalankan Program Pengelolaan Sampah Terpadu di Desa Berahan Kulon, Kabupaten Demak. Melalui program ini, BRI Peduli menyediakan rumah produksi di tempat penampungan sementara (TPS) Berahan Kulon untuk mengolah sampah menjadi produk yang dapat dimanfaatkan, termasuk Eco Hex Brick sebagai material penyusun struktur pemecah ombak.