AALI
12925
ABBA
197
ABDA
0
ABMM
3280
ACES
1010
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
187
ADRO
3310
AGAR
354
AGII
1975
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
127
AHAP
61
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1025
AKSI
232
ALDO
925
ALKA
298
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.40
0.61%
+3.27
IHSG
6918.14
1.39%
+94.81
LQ45
1015.18
0.69%
+6.97
HSI
20717.24
2.97%
+596.56
N225
26739.03
1.27%
+336.19
NYSE
0.00
-100%
-15044.52
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,664
Emas
870,562 / gram

Masuk Lima Besar di Perbankan Nasional, Tabungan Bank Syariah Indonesia (BRIS) Tembus Rp91 Triliun

BANKING
Kunthi Fahmar Sandy
Selasa, 07 Desember 2021 16:03 WIB
BSI mencatat pertumbuhan tabungan sebesar 11,57% (year on year/yoy) menjadi Rp91,43 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Masuk Lima Besar di Perbankan Nasional, Tabungan Bank Syariah Indonesia (BRIS) Tembus Rp91 Triliun (FOTO:MNC Media)
Masuk Lima Besar di Perbankan Nasional, Tabungan Bank Syariah Indonesia (BRIS) Tembus Rp91 Triliun (FOTO:MNC Media)

IDXChannel– Di tengah pandemi Covid-19, tren pertumbuhan dana murah berupa tabungan masyarakat di PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) tumbuh positif sekitar 11,57% dan menempatkan bank syariah terbesar di Tanah Air tersebut berada di peringkat lima besar perbankan nasional dari sisi tabungan. 

Hingga kuartal III tahun 2021, BSI mencatat pertumbuhan tabungan sebesar 11,57% (year on year/yoy) menjadi Rp91,43 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Adapun penghimpunan dana Tabungan Wadiah BSI mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi yakni sekitar 16,22% (yoy) atau mencapai Rp30,35 triliun. 

Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho mengatakan pertumbuhan dana murah berupa tabungan yang positif tersebut menjadi indikator bahwa masyarakat semakin percaya atas layanan jasa keuangan BSI. 

“Penghimpunan tabungan kami nomor 5 dan ini menggambarkan kepercayaan masyarakat kepada BSI yang semakin meningkat,” ujar Cahyo dalam BSI Market Outlook 2022: Winning The Post-Pandemic Economy, Selasa (7/12/2021). 

Dia pun menambahkan, kepercayaan tersebut diraih BSI atas keberhasilan manajemen dalam mengintegrasikan operasional dan layanan ke dalam single system yang rampung 1 November lalu, pasca ketiga entitas bank asal telah resmi dimerger pada 1 Februari 2021. 

Dengan pencapaian itu, Cahyo berkomitmen dan optimistis bahwa pihaknya dapat berkinerja lebih baik di masa depan. 

Dari survei yang dilakukan BSI, sebanyak 43% masyarakat Indonesia bersedia menggunakan jasa layanan perbankan bank syariah. Namun, saat ini baru sekitar 7% saja yang baru tergarap. “Ini riset kami. Tentunya ini buat kami potensi market yang sangat menarik,” ungkapnya. 

Optimisme Cahyo itu pun tak terlepas dari kondisi ekonomi yang perlahan tapi pasti bergerak ke arah yang lebih positif. Di mana pemerintah cukup berhasil dalam mengendalikan pandemi Covid-19 dan dapat mengatrol pertumbuhan ekonomi melalui berbagai stimulus yang tepat.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD