Steffano menambahkan bahwa Maybank Indonesia akan terus mengoptimalkan sinergi antara jaringan global dan pemahaman pasar lokal demi mendukung sektor keuangan nasional.
Selain agenda pengangkatan pengurus, RUPST menyetujui penggunaan laba bersih perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Dari total laba bersih sebesar Rp1,65 triliun, perseroan akan membagikan dividen tunai sebesar 35 persen atau maksimal senilai Rp580,07 miliar.
Pemegang saham akan menerima dividen dengan nilai Rp7,611 per saham. Sementara itu, sisa laba bersih sebesar Rp1,07 triliun atau 65 persen akan dialokasikan sebagai laba ditahan guna memperkuat struktur permodalan dan mendukung ekspansi bisnis perseroan ke depan.
Dalam rapat tersebut, perseroan juga mengumumkan berakhirnya masa jabatan Edwin Gerungan sebagai Komisaris dan Ricky Antariksa sebagai Direktur. Di sisi lain, pemegang saham menyetujui pengangkatan kembali Hendar sebagai Komisaris Independen dan Effendi sebagai Direktur.
Berikut adalah susunan terbaru Dewan Komisaris dan Direksi Maybank Indonesia pasca-RUPST 2026: