Secara keseluruhan, kontribusi dari bisnis emas telah menopang capaian fee-based income BSI hingga mencapai sekitar Rp2,10 triliun per Juli 2026, yang mencerminkan pertumbuhan sebesar 100 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
BSI optimistis prospek bisnis emas akan terus melaju seiring tingginya kesadaran masyarakat dalam melakukan diversifikasi investasi dan perencanaan keuangan jangka panjang.
Perseroan menargetkan ekosistem bullion ini dapat menjadi salah satu pilar pertumbuhan utama sekaligus mengakselerasi inklusi keuangan syariah di Tanah Air.
(Dhera Arizona)