Optimisme ekspansi ini tergambar dari Indeks Ekspektasi Kinerja (IEK) yang mencapai angka 83 di zona optimistis. Peningkatan pembiayaan didorong oleh realisasi portofolio pada cadangan komitmen yang telah disiapkan bank, terutama pada sektor Industri Pengolahan yang menjadi kontributor kredit terbesar nasional dengan pertumbuhan tahunan 16,85 persen (year-on-year/yoy) per Juli 2026.
Untuk menopang ekspansi sekaligus menjaga bantalan likuiditas, perbankan terus mengoptimalkan penghimpunan DPK melalui berbagai saluran pendanaan.
Meskipun seluruh indikator permodalan dan likuiditas berada dalam kondisi prima, perbankan tetap menaruh kewaspadaan ekstra terhadap gejolak global yang berisiko berlangsung berkepanjangan. Keberlanjutan kontribusi intermediasi perbankan kini menuntut dukungan ekosistem makroekonomi yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
"Fundamental perbankan saat ini sangat kokoh untuk memitigasi rambatan risiko eksternal, asalkan momentum stabilitas ekonomi nasional terus terjaga demi mendukung pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan," kata Dian.
OJK mencatat seluruh responden bank umum menyadari dinamika memburuknya ekonomi global berimplikasi langsung terhadap prospek ekonomi domestik. Kendati demikian, ketahanan industri perbankan nasional hingga saat ini dibuktikan oleh permodalan yang kuat, likuiditas yang memadai, serta laju kredit yang terus positif.
(NIA DEVIYANA)