Kualitas kredit juga tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL gross) sebesar 2,17 persen, serta NPL net di level 0,83 persen.
Dari sisi profitabilitas, industri perbankan membukukan Return on Assets (ROA) sebesar 2,37 persen, sementara permodalan tetap kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 25,83 persen.
Dian menambahkan, ketahanan perbankan yang solid ini menjadi penopang penting di tengah ketidakpastian global. Hal tersebut juga tercermin dari hasil Survei Orientasi Bisnis Perbankan (SBPO) OJK Triwulan I-2026 yang menunjukkan indeks tetap berada di zona optimistis.
“OJK melihat kinerja perbankan tetap solid dengan risiko yang terjaga,” kata Dian.
(NIA DEVIYANA)