AALI
9975
ABBA
288
ABDA
7200
ABMM
1395
ACES
1370
ACST
202
ACST-R
0
ADES
3660
ADHI
890
ADMF
7600
ADMG
197
ADRO
2270
AGAR
350
AGII
1435
AGRO
1510
AGRO-R
0
AGRS
159
AHAP
72
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
177
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
825
AKSI
795
ALDO
1320
ALKA
384
ALMI
294
ALTO
238
Market Watch
Last updated : 2022/01/14 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
509.74
0.24%
+1.24
IHSG
6693.40
0.53%
+35.05
LQ45
952.95
0.25%
+2.36
HSI
24383.32
-0.19%
-46.45
N225
28124.28
-1.28%
-364.85
NYSE
0.00
-100%
-17166.28
Kurs
HKD/IDR 1,832
USD/IDR 14,293
Emas
840,167 / gram

Pangsa Bank Digital Masih Luas, Bank Jago (ARTO) Bantu Percepat Inklusi Keuangan

BANKING
Aditya Pratama/iNews
Selasa, 05 Oktober 2021 10:57 WIB
Ribbit merupakan salah satu investor fintech terkemuka di dunia yang investasinya meliputi Robinhood, Revolut, Affirm, Nubank, Coinbase dan Credit Karma.
Pangsa Bank Digital Masih Luas, Bank Jago (ARTO) Bantu Percepat Inklusi Keuangan (FOTO:MNC Media)
Pangsa Bank Digital Masih Luas, Bank Jago (ARTO) Bantu Percepat Inklusi Keuangan (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - PT Bank Jago Tbk (ARTO) mengumumkan bahwa Ribbit Capital telah berinvestasi di perseroan, bank berbasis teknologi di Indonesia, untuk membantu mempercepat inklusi keuangan di Indonesia. 

Ribbit merupakan salah satu investor fintech terkemuka di dunia yang investasinya meliputi Robinhood, Revolut, Affirm, Nubank, Coinbase dan Credit Karma. 

Emiten dengan kode saham ARTO ini meluncurkan platform perbankan digital pada 15 April 2021 bertujuan untuk menyediakan akses bagi masyarakat membuka rekening bank secara instan serta memampukan mereka mengelola keuangan secara lebih cepat, simple dan kolaboratif. 

Melalui adopsi teknologi terkini, aplikasi Jago dirancang khusus untuk mampu tertanam dalam ekosistem digital untuk menghadirkan pengalaman baru dalam bertransaksi yang berfokus pada kehidupan nasabah. 

Direktur Utama Bank Jago, Kharim Siregar mengatakan, kehadiran Ribbit menunjukkan minat dan ketertarikan yang tinggi investor kelas dunia terhadap upaya Bank Jago dalam memajukan inklusi keuangan digital di negeri ini.  

“Hal ini juga mengkonfirmasi besarnya harapan dan kepercayaan investor global terhadap prospek bank digital di Indonesia. Kami tentu menyambut baik partisipasi dan dukungan Ribbit di Bank Jago,” ujar Kharim dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Selasa (5/10/2021). 

Dia menambahkan, investasi Ribbit menambah daftar pemegang saham kredibel dan memiliki komitmen kuat dalam memajukan Bank Jago sebagai pemain utama di bisnis bank digital. Sebelumnya, Bank Jago telah mendapatkan kepercayaan dari Gojek yang dilakukan melalui bisnis layanan keuangan dan pembayaran digitalnya dan GIC Private Limited.  

"Hal ini merupakan bentuk apresiasi investor terhadap bisnis model Bank Jago sebagai bank digital yang melayani mass market, tertanam dalam ekosistem dan menggunakan teknologi terkini. Kami merasa sudah berada di jalur yang tepat untuk membawa Bank Jago ke level yang lebih tinggi lagi,” ucap Kharim. 

Managing Partner Ribbit Capital, Micky Malka menuturkan, pihaknya telah menyaksikan revolusi perbankan digital di seluruh dunia. Menurut pihaknya, Bank Jago merupakan fully digital bank pertama di Indonesia dan telah membuat kemajuan luar biasa dalam mengembangkan layanan perbankan digital bagi masyarakat.  

"Bank Jago memiliki komitmen yang sangat kuat untuk melayani nasabah melalui produk perbankan digital dengan teknologi mumpuni yang setara dengan pemain global. Kami senang sekali dapat berpartisipasi dalam perjalanan ini," kata dia. 

Dalam 12 bulan terakhir Bank Jago telah bermitra dengan ekosistem digital, berbagai platform lending serta wealth management. Aplikasi Jago baru-baru ini diintegrasikan ke dalam aplikasi Gojek sebagai metode pembayaran tanpa uang tunai yang memungkinkan jutaan pengguna Gojek bertransaksi secara seamless, cepat dan efisien. Integrasi bank dengan ekosistem digital secara seamless ini menjadi salah satu milestone perjalanan industri perbankan. 

Pangsa perbankan digital di Indonesia sangat luas. Indonesia merupakan negara keempat terbesar di dunia dengan populasi masyarakat yang belum memiliki rekening bank (unbanked population). 

Lima puluh dua persen penduduk dewasa - atau sekitar 95 juta - tidak memiliki rekening bank dan lebih dari 47 juta penduduk dewasa tidak memiliki akses memadai pada kredit, investasi dan asuransi. Sementara di lain pihak, penetrasi smartphone di Indonesia mencapai hingga 70%-80%; hal ini menandakan masyarakat Indonesia secara infrastruktur siap untuk perbankan digital.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD