Alhasil, kata Shintya, partnership ini bukan sekadar menambah channel atau peningkatan penyaluran, tetapi bagaimana masing-masing pihak dapat memanfaatkan kekuatannya untuk menciptakan akses pembiayaan yang lebih tepat sasaran.
“Dari kami, akan dapat melihat peluang untuk memperluas akses kepada segmen underserved, khususnya masyarakat dan pelaku usaha produktif yang memiliki kebutuhan pembiayaan tetapi belum sepenuhnya terlayani oleh pembiayaan formal. Di saat yang sama, kolaborasi dengan perbankan daerah juga dapat memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai karakteristik customer dan kebutuhan pembiayaan di masing-masing wilayah,” ujarnya.
Dengan demikian, partnership dapat menciptakan mutual value akses dan kapabilitas digital dari pindar dikombinasikan dengan local knowledge serta jaringan perbankan daerah.
"Pada akhirnya, yang ingin dibangun bukan hanya pertumbuhan volume pembiayaan, tetapi pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan, khususnya untuk mendukung sektor produktif dan UMKM di daerah," kata dia.