Dia mengatakan sejalan dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat untuk kebutuhan kendaraan masih baik. Hal ini dimungkinkan adanya pertumbuhan bisnis di berbagai sektor usaha. “BSI OTO mencatatkan kinerja solid tumbuh diatas rata-rata pertumbuhan industri sekitar 7 persen,” ujarnya.
Menjelang Ramadan, rata-rata kebutuhan pembiayaan kendaraan di BSI biasanya naik sekitar 10-15 persen. BSI juga berkomitmen menghadirkan solusi pembiayaan kendaraan yang sesuai prinsip syariah, aman, dan memberikan kenyamanan bagi nasabah.
Perseroan pun menyediakan produk pembiayaan kendaraan berbasis prinsip syariah dengan cicilan tetap dan jangka waktu fleksibel sesuai kebutuhan nasabah. Selain itu, proses pengajuan pembiayaan yang semakin mudah melalui jaringan kantor cabang dan layanan digital superapps BYOND by BSI turut mendorong minat masyarakat terhadap BSI OTO.
Erwan mengaku optimistis untuk pertumbuhan penyaluran pembiayaan KKB di BSI tahun 2026 akan tumbuh dobel digit. Hal ini sejalan dengan berbagai stimulus pemerintah terkait dengan keringanan subsidi kendaraan listrik, minat masyarakat terhadap pembiayaan syariah, serta berbagai promo dan program menarik dari BSI.
(kunthi fahmar sandy)