sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kinerja 2025 Moncer, Analis Rekomendasikan Buy Saham BRIS

Banking editor Kunthi Fahmar Sandy
10/02/2026 20:36 WIB
Analis perbankan dari perusahaan sekuritas merekomendasikan BUY atau beli saham PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk dengan Target Price (TP) Rp2.800-Rp4.000
Kinerja 2025 Moncer, Analis Rekomendasikan Buy Saham BRIS (FOTO:Dok BSI)
Kinerja 2025 Moncer, Analis Rekomendasikan Buy Saham BRIS (FOTO:Dok BSI)

IDXChannel - Analis perbankan dari perusahaan sekuritas merekomendasikan BUY atau beli saham PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) dengan Target Price (TP) berkisar Rp2.800-Rp4.000.

Rekomendasi tersebut menyusul laporan keuangan akhir tahun Perseroan pada 6 February 2026 di mana BSI mengukuhkan diri sebagai Best Medium Size Bank di Indonesia dan sejalan dengan proyeksi mereka.

Bisnis emas dengan hadirnya lisensi bullion bank selain telah meningkatkan jumlah nasabah yang signifikan menjadi 23,1 juta juga turut mendorong pendapatan berbasis fee (Fee Based Income) Perseroan sebesar 25,06 persen secara yoy, peningkatan tertinggi semenjak merger.

Demikian halnya dengan likuiditas yang juga bertumbuh sejalan dengan kenaikan bisnis emas dengan memberikan peningkatan yang signifikan dari sisi tabungan dengan pertumbuhan 15,72 persen yoy.

Manajemen BSI memperkirakan, bisnis emas ini menjadi motor penggerak tambahan dari lisensi bank syariah yang sudah berjalan selama 5 tahun terakhir dan menjadi katalis positif apabila dibandingkan dengan perbankan lainnya.

Analis Bahana Sekuritas M Razqi Kurniawan menyebutkan produk emas dioptimalkan sebagai pintu masuk untuk akuisisi nasabah baru, memperluas cross-selling, serta memiliki kualitas yang baik apabila dibandingkan dengan produk-produk lainnya.

Selain itu, Analis Citibank juga mengakui penurunan biaya dana BSI sejalan dengan pertumbuhan nasabah BRIS dan semakin banyaknya nasabah yang memiliki Tabungan haji.

Dengan posisi sebagai bank syariah dan bank bullion pertama di Indonesia serta berada langsung di bawah Danantara sejak Januari 2026, BRIS dinilai memiliki prospek pertumbuhan struktural dari bisnis keuangan syariah dan emas.

BRIS juga diharapkan membukukan kinerja lebih baik pada 2026 dengan proyeksi laba (berdasarkan konsensus Bloomberg) mencapai Rp8,8 triliun.

Sekadar info, BRIS baru saja mengumumkan kinerja keuangan 2025 di mana aset tumbuh 11,64 persen (YoY) didorong dari pertumbuhan DPK sebesar 16,20 persen (YoY). Pertumbuhan DPK didominasi oleh dana murah yang tumbuh sebesar 19,09 persen (YoY). Adapun total dana Pihak Ketiga (DPK) BSI mencapai Rp380 triliun.

Sementara itu, total pembiayaan di Desember 2025 tumbuh 14,49 persen (YoY) menjadi Rp319 triliun, didorong oleh pertumbuhan bisnis emas yang cukup signifikan.

Pembiayaan Emas tumbuh signifikan sebesar 78,60 persen YoY menjadi Rp22,9 triliun. Kualitas pembiayaan terjaga dengan NPF gross sebesar 1,81 persen membaik 9 bps dari tahun sebelumnya.

Dari sisi Profit and Loss, BSI mampu membukukan laba bersih sebesar Rp7,57 T tumbuh 8,02 persen (YoY). Pertumbuhan laba ini merupakan salah satu yang tertinggi di industry termasuk di antara Top 10 Bank termasuk bank pemerintah. Salah satu kunci sukses laba BSI adalah karena BSI mampu menjaga CoF di level 2,58 persen dan CoC terjaga di level 0,84 persen.

Selain itu, strategi pertumbuhan adalah pada produk high yield mampu mendorong pendapatan margin bagi hasil tumbuh 11,74 persen YoY.  Fee Based Income tumbuh 25,06 persen (YoY), terutama didorong dari pertumbuhan pendapatan pada bisnis emas.

"Kinerja solid BSI pada tahun 2025 ditopang berbagai faktor dan berjalannya fungsi intermediasi yang didukung pendanaan yang ample serta penyaluran pembiayaan yang sehat, tepat sasaran, dan juga kontribusi dukungan pembiayaan program yang sejalan dengan Astacita Pemerintah,” ujar Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo. Tahun 2025 BRIS juga mencatatkan pertumbuhan nasabah yang signifikan menjadi 23,1 juta, tertinggi sepanjang sejarah merger.

(kunthi fahmar sandy)

Advertisement
Advertisement