Sementara itu, asuransi umum syariah mencatat investment yield sebesar 0,44 persen, juga meningkat dari 0,36 persen pada bulan sebelumnya. "Perkembangan ini menunjukkan bahwa industri masih mampu menjaga kinerja investasinya di tengah kondisi pasar yang dinamis," tuturnya.
Ke depan, tantangan utama industri adalah menjaga keseimbangan antara optimalisasi hasil investasi dan pengelolaan risiko, khususnya di tengah volatilitas pasar keuangan, dinamika ekonomi global, dan perubahan suku bunga. Oleh karena itu, OJK terus mendorong perusahaan asuransi untuk memperkuat manajemen risiko dan menjaga kualitas aset investasi agar kinerja industri tetap sehat dan berkelanjutan.
(kunthi fahmar sandy)