AALI
9700
ABBA
244
ABDA
0
ABMM
2330
ACES
785
ACST
168
ACST-R
0
ADES
7100
ADHI
810
ADMF
8075
ADMG
174
ADRO
2940
AGAR
320
AGII
2080
AGRO
700
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
150
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1530
AKRA
1045
AKSI
298
ALDO
835
ALKA
298
ALMI
306
ALTO
202
Market Watch
Last updated : 2022/06/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.37
-0.42%
-2.24
IHSG
6978.70
-0.25%
-17.76
LQ45
1003.62
-0.4%
-4.02
HSI
22051.03
-1.64%
-367.94
N225
26718.40
-1.22%
-331.07
NYSE
14667.32
-1.13%
-167.98
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,844
Emas
868,854 / gram

Pengamat Nilai Rencana Merger BTN Syariah dan BSI Sebaiknya Dibatalkan, Ini Alasannya

BANKING
Anggie Ariesta
Kamis, 23 Juni 2022 07:30 WIB
Yusuf menegaskan bahwa sejak awal, konsolidasi bank BUMN syariah terlihat tidak memiliki visi membesarkan industri.
Pengamat Nilai Rencana Merger BTN Syariah dan BSI Sebaiknya Dibatalkan, Ini Alasannya (FOTO:MNC Media)
Pengamat Nilai Rencana Merger BTN Syariah dan BSI Sebaiknya Dibatalkan, Ini Alasannya (FOTO:MNC Media)

IDXChannel  - Pengamat Ekonomi Syariah Universitas Indonesia, Yusuf Wibisono mengatakan, rencana merger salah satu bank syariah anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI dan BTN Syariah sebaiknya dibatalkan. 

Menurut Yusuf, jika untuk perkembangan industri, BTN sebaiknya dikonversi menjadi bank syariah saja.

"Singkatnya, merger BSI - BTN Syariah ini sebaiknya dibatalkan. Untuk respon kewajiban spin off BTN Syariah di akhir 2023 sebaiknya opsi yang dipilih pemerintah adalah mendorong BTN Syariah menjadi bank syariah (BUS) baru atau yang lebih progresif adalah memindahkan BTN Syariah ke BTN dengan BTN dikonversi menjadi bank syariah," ujar Yusuf saat dikonfirmasi MNC Portal, Rabu (22/6/2022).

Yusuf menegaskan bahwa sejak awal, konsolidasi bank BUMN syariah terlihat tidak memiliki visi membesarkan industri. Dalam kasus merger tiga bank BUMN syariah meski signifikan meningkatkan aset BSI, namun dengan ketiadaan injeksi modal baru, aksi korporasi tersebut tidak memberi dampak langsung apapun pada upaya memperbesar pangsa pasar perbankan syariah.

"Pangsa BSI sendiri terhadap induknya yaitu Mandiri, BNI dan BRI, juga rendah, hanya 7,12% per Februari 2022. Rencana akuisisi UUS BTN oleh BSI juga terlihat minim visi membesarkan industri, di mana opsi penggabungan dipilih semata untuk menghindari kewajiban spin off UUS BTN pada akhir 2023," jelasnya.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD